Semua Ganda Putri Indonesia Tersingkir di All England 2017  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebukutangkis Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii berteriak usai memenangkan laga di Final Korea Open badminton melawan ganda putri Korea Selatan di Seoul, Korea Selatan, 20 September 2015. (Chung Sung-Jun/Getty Images)

    Pebukutangkis Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii berteriak usai memenangkan laga di Final Korea Open badminton melawan ganda putri Korea Selatan di Seoul, Korea Selatan, 20 September 2015. (Chung Sung-Jun/Getty Images)

    TEMPO.COJakarta - Wakil-wakil Indonesia di nomor ganda putri dalam turnamen bulu tangkis All England 2017 tersingkir selepas dua pasangan terakhirnya kalah dalam pertandingan babak kedua yang berlangsung di Birmingham, Inggris, Kamis malam waktu setempat, 9 Maret 2017.

    Dua pasangan ganda putri, Greysia Polii/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Apriani Rahayu, sama-sama kalah dari pasangan Jepang.

    Greysia/Rizki kalah dalam dua game langsung 22-24, 8-21 dari pasangan unggulan delapan Naoko Fukuman/Kurumi Yonao dalam permainan selama 41 menit.

    Pada awal game pertama, Greysia/Rizki sempat memimpin perolehan poin hingga 17-14. Namun mereka saling beradu poin dengan Naoko/Kurumi pada akhir game pertama dan dipaksa merelakan game pertama 22-24.

    Kekalahan pada game pertama mempengaruhi pola permainan Greysia/Rizki di game kedua. Greysia/Rizki tidak mampu menahan laju wakil Negeri Sakura itu dan kalah 8-21.

    "Kami tidak mampu bangkit menghadapi serangan-serangan lawan pada game kedua karena kepercayaan diri kami sudah hilang pada game pertama," kata Greysia selepas pertandingan.

    Greysia mengaku sudah mencoba menenangkan diri dan menerima instruksi pelatih yang menemani di sisi lapangan agar fokus melakukan serangan balik atas lawan.

    "Serangan-serangan kami mudah terbaca oleh lawan. Kami juga bermain terburu-buru," kata Rizki.

    Sedangkan Anggia/Apriani kalah dari pasangan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dalam tiga game 21-14, 13-21, 11-21 selama 62 menit permainan.

    "Kami mencoba terus menyerang lawan. Tapi lawan mampu mempercepat tempo permainan setelah melakukan serangan balik ke kami. Kami sering kali bermain ragu-ragu saat mereka menyerang," kata Anggia.

    Anggia mengatakan komunikasi tidak menjadi masalah baginya bersama Apriani meskipun mereka adalah pasangan baru ganda putri pelatnas PBSI.

    "Hanya mungkin tentang rotasi di lapangan yang belum sempurna," ujar Anggia.

    Apriani mengatakan kelemahannya terletak pada stamina dan kekuatan serangan yang kurang dibanding lawan. "Saya harus lebih melatih kekuatan tangan. Lawan juga bermain sangat ulet dan tidak mudah mati," katanya.

    Sebelumnya, dalam pertandingan putaran pertama yang berlangsung Rabu, 8 Maret 2017, dua pasangan Merah-Putih lainnya harus angkat koper lebih awal.

    Pasangan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tiara Rosalia Nuraidah kalah dari ganda Denmark Julie Finne-Ipsen/Rikke Soby 20-22, 21-9, 18-21.

    Kemudian pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari dipaksa menyerah oleh pemain unggulan pertama Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 15-21, 13-21.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.