MotoGP: Hubungan Harmonis Rossi dan Vinales Bikin Yamaha Bahagia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maverick Vinales (kiri),Kouichi Tsuji (tengah), dan Valentino Rossi (kanan) hadir di Jakarta, 22 Januari 2017. Dok. Yamaha

    Maverick Vinales (kiri),Kouichi Tsuji (tengah), dan Valentino Rossi (kanan) hadir di Jakarta, 22 Januari 2017. Dok. Yamaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedatangan Maverick Vinales di tim Movistar Yamaha pada musim MotoGP 2017 membuat bos tim itu, Lin Jarvis, bahagia. Dia menilai hubungan Vinales dan pembalap senior mereka, Valentino Rossi, lebih baik ketimbang hubungan Rossi dengan Jorge Lorenzo.

    Jarvis mengumpamakan hubungan Vinales dengan Rossi itu seperti menghirup udara segar. Menurut dia, kolaborasi kedua pembalap itu bisa membuat kondisi tim Yamaha semakin sehat, seperti udara segar bagi tubuh manusia.

    "Hubungan Rossi dan Vinales mengalir seperti orang yang berenang di dalam air. Melihat mereka seperti menghirup udara segar," ujarnya.

    Baca: MotoGP: Vinales dan Marquez Bersaing, Rossi Jadi seperti Rubah  

    Kondisi tim Yamaha memang sempat mengalami ketidakharmonisan karena persaingan antara Rossi dan Lorenzo dalam beberapa tahun terakhir. Puncaknya adalah ketika dua musim lalu kedua pembalap itu bertarung demi gelar juara MotoGP 2015.

    Di beberapa seri terakhir, Rossi yang memimpin klasemen, menuding Lorenzo mendapatkan bantuan dari pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez, pada seri MotoGP Australia. Lorenzo dan Marquez merupakan rekan senegara, keduanya sama-sama berasal dari Spanyol.

    Api yang dipantik oleh Rossi kemudian membesar di seri MotoGP Malaysia. Marquez membalas ucapan Rossi dengan aksi di lintasan balap. Dia seperti sengaja ingin bertarung dengan Rossi hingga membuat pembalap asal Italia itu naik pitam. Alhasil Rossi terpaksa menggiring Marquez keluar lintasan hingga terjatuh dari motornya.

    Baca juga: MotoGP, Vinales Anggap Marquez dan Rossi Bukan Lawan Terberatnya  

    Lorenzo pun ikut berkomentar atas pertarungan Rossi dan Marquez itu. Dia menyerang rekan setimnya itu dengan mengatakan bahwa Rossi seharusnya didiskualifikasi dari balapan. Garasi tim Yamaha pun sempat panas karena masalah ini.

    Namun kini Yamaha pantas berlega hati. Vinales yang merupakan pendatang baru tampak lebih rendah hati ketimbang Lorenzo. Meskipun mampu menjadi bintang dalam 2 sesi uji coba terakhir di Sirkuit Sepang, Malaysia dan Sirkuit Phillip Island, Australia, Vinales menganggap dirinya masih kalah jauh dari Rossi.

    "Sangat sulit menganggap diri anda seorang bintang di tim ini. Anda tak bisa membandingkan diri anda dengan Valentino," ujarnya merendah.

    MOTORSPORT|CRASH|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.