Venue BMX Asian Games Dipastikan Berada di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton memadati tribun untuk menyaksikan kejuaraan BMX Asia di Siak, Riau, 9 November 2014. Warga Siak antusias menyaksikan pebalap sepeda Asia beradu cepat dalam pertandingan yang berlangsung di Venue BMX Siak. TEMPO/Riyan Nofitra

    Penonton memadati tribun untuk menyaksikan kejuaraan BMX Asia di Siak, Riau, 9 November 2014. Warga Siak antusias menyaksikan pebalap sepeda Asia beradu cepat dalam pertandingan yang berlangsung di Venue BMX Siak. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menyebut lokasi kejuaraan BMX Asian Games (AG) 2018 tetap di Jakarta meski informasi yang berkembang saat ini bakal dipindah ke salah satu kota yang ada di Sumatera Selatan.

    "Insya Alloh BMX tetap di Jakarta. Rencananya sirkuit untuk BMX juga akan dibangun. Kami juga sudah melakukan konsultasi dengan desainer sirkuit kelas dunia," kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari di sela penutupan pelatihan national trials commissaire di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin.

    Terkait dengan pelaksanaan Asian Games 2018 yang tinggal 1,5 tahun, pria yang akrab dipanggil Okto itu mengaku waktunya cukup panjang. Apalagi untuk membangun sirkuit BMX tidak membutuhkan waktu yang lama dan kira-kira antara tiga sampai empat bulan.

    Selain itu, untuk memastikan jika venue BMX tetap di Jakarta pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pihak panitia pusat penyelenggara Asian Games 2018 atau INASGOG.

    "DKI juga sudah siap untuk membangun. Harapan kami, sirkuit BMX tidak jauh dengan velodrome (Rawamangun). Sirkuit ini menjadi track supercross pertama yang ada di Indonesia," kata Okto menambahkan.

    Rencana awal sirkuit BMX akan di bangun di kawasan Ceger, Jakarta Timur. Namun, rencana itu mengalami revisi dan ada rencana, pembangunan bakal dilakukan di kawasan Pulomas atau satu kompleks dengan venue berkuda.

    Pria yang juga seorang promotor tinju profesional itu menjelaskan, salah satu alasan kenapa venue BMX harus dibangun di Jakarta karena terkait dengan pemanfaatkan setelah digunakan untuk Asian Games 2018.

    "Kita ingin lokasinya dekat dan setelah itu bisa dimanfaatkan. Apalagi perawatan sirkuit sangat sensitif. Kami juga sudah punya program jangka panjang setelah Asian Games 2018," kata pria yang juga gemar olahraga diving ini.

    Okto mengaku dengan Indonesia mempunyai sirkuit standart internasional maka pihaknya akan meminta kepada UCI agar beberapa kejuaraan kelas dunia bisa digelar di Tanah Air. Tidak hanya BMX, namun juga untuk track karena Indonesia memiliki velodrome sesuai dengan standart.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.