Duel Federer Vs Nadal Ke-36, Djokovic Bersiap Menanti Pemenangnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Nadal (kanan) dan Roger Federer. AP/Lionel Cironneau

    Rafael Nadal (kanan) dan Roger Federer. AP/Lionel Cironneau

    TEMPO.CO, Jakarta - Duel klasik Roger Federer dan Rafael Nadal terulang lagi. Setelah cukup lama tidak terjadi, para pecinta tenis dunia dipuaskan dengan pertemuan dua pemain yang dianggap terbesar di tenis modern dengan jumlah penggemar paling banyak di muka bumi, Federerdan Nadal, di final Australia Terbuka, Januari 2017, yang berlangsung ketat lima set.

    Kini, dua megabintang itu kembali bertemu di seri Master Indian Wells di California, Amerika Serikat. Sayangnya, Federer dan Nadal tidak bertemu di partai puncak lagi, melainkan jauh lebih awal, babak IV, Rabu, 15 Maret 2017 petang waktu setempat atau Kamis pagi di Indonesia.

    Nadal melaju setelah menaklukkan sesama pemain kidal Spanyol, Fernando Verdasco, 6-3, 7-5. Sementara Federer dengan susah payah menundukkan wakil tuan rumah, Steve Johnson, 7-6 (3), 7-6 (4).

    Pertemuan Federer dan Nadal adalah yang ke-36 dengan Nadal memenangi 23 partai sebelumnya. Nadal pernah tiga kali juara di Indian Wells sedangkan Federer empat kali.

    "Itulah alasan saya datang ke sini, agar bisa melawan pemain seperti Rafa dan sekarang kesampaian. Saya sangat bahagia sekarang," ujar Federer di situs ATP.

    Kemenangan di Australia Terbuka adalah modal berharga buat Federer tapi ia menganggap masih terlalu awal untuk menyebut hasil-hasil positif di awal 2017 ini sebagai sinyal kebangkitannya setelah beberapa tahun tenggelam dan kalah bersaing dengan Novak Djokovic dan Andy Murray.

    Yang tak kalah menarik, pemenang dari partai ini bisa bertemu dengan Djokovic di perempat final. Namun terlebih dulu Djokovic harus bisa melewati Nick Kyrgios, pemain Australia yang mengalahkannya di Meksiko Terbuka, dua minggu lalu.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.