Jusuf Kalla: Pelaksanaan Asian Games Jangan Bermewah-mewah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan Velodrome Rawamangun di Jakarta, 6 Maret 2017. Velodrome Rawamangun akan dijadikan arena balap sepeda dalam Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pekerja menyelesaikan pembangunan Velodrome Rawamangun di Jakarta, 6 Maret 2017. Velodrome Rawamangun akan dijadikan arena balap sepeda dalam Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Tim Pengarah Asian Games 2018 mengatakan pelaksanaan Asian Games 2018 harus dilakukan dengan biaya yang efisien. Namun, pelaksanaanya tetap sesuai dengan standard yang ditetapkan Olympic Council of Asia (OCA).

    "Asian Games 2018 harus cost effective, jangan jor-joran acara itu mewah. Walaupun ada standard-standard yang ditetapkan OCA kita penuhi itu. Kita juga penuhi standard-standard itu, tetapi tidak bermewah-mewah, yang paling penting bagiamana kita berprestasi," kata Kalla, Rabu, 15 Maret 2017, seusai memimpin rapat koordinasi panitia Asean Games 2018, di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta.

    Kalla mengatakan,  sejauh ini Indonesia telah menanggarkan Rp 30 trilun untuk Asian Games. Sebanyak Rp 25 trilun diantaranya untuk pembangunan infrastruktur, misalnya perbaikan Stadion GBK Jakarta, Stadion Jakabaring Palembang, maupun pembangunan infrastruktur di Bandung dan Banten.

    Baca: Venue Velodrome Asian Games 2018 Akan Jadi Ikon Jakarta

    Anggran yang sudah terpakai untuk infrastruktur itu telah lebih dari Rp 10 trilun, terdiri dari Palembang Rp 7 triliun, dan Jakarta Rp 3 triliun. Pembangunan infrastruktur itu contohnya proyek light train di Palembang dan Jakarta.

    "Itu juga dalam rangka Asian Games, walaupun itu juga dipakai setelahnya, jadi capex namanya, capital expenditure yaitu dipakai awal tetapi kemudian dapat dipakai," kata Kalla.

    Sementara biaya penyelenggaraan Asian Games direncanakan menghabiskan anggaran Rp 4 trilun. Rencana ini dipangkas dari sebelumnya anggaran sebelumnya yang mencapai Rp 8 triliun. Meski berkurang setengahnya, JK berharap efisiensi penyelenggaraan ini jangan sampai mengurangi kemeriahan Asian Games 2018.

    Asian Games 2018 rencananya akan diikuti 45 negara. Meski awalnya akan mempertandingkan 42 cabang olahraga, setelah rapat koordinasi ini, Indonesia akan meminta pemangkasan cabang olahraga yang dipertandingkan menjadi 30.

    Baca juga: Dirut MRT : Target Rampung Sebelum Asian Games 2018

    "Kami akan memberitahukan OCA bahwa hanya akan 30 cabang olahraga yang dipertandingkan," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi.

    Rapat koordinasi ini dihadiri antara lain Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menpora Imam Nachrawi, Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Achmad Soetjipto, perwakilan Indonesia Asian Games Organizing Commitee (Inasgoc) 2018, perwakilan KONI dan KOI.

    AMIRULLAH SUHADAJusuf Kalla: Pelaksanaan Asian Games Harus Efisien

    Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Tim Pengarah Asian Games 2018 mengatakan pelaksanaan Asian Games 2018 harus dilakukan dengan biaya yang efisien. Namun, pelaksanaanya tetap sesuai dengan standard yang ditetapkan Olympic Council of Asia (OCA).

    "Asian Games 2018 harus cost effective, jangan jor-joran acara itu mewah. Walaupun ada standard-standard yang ditetapkan OCA kita penuhi itu. Kita juga penuhi standard-standard itu, tetapi tidak bermewah-mewah, yang paling penting bagiamana kita berprestasi," kata Kalla, Rabu, 15 Maret 2017, seusai memimpin rapat koordinasi panitia Asean Games 2018, di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta.

    Kalla mengatakan,  sejauh ini Indonesia telah menanggarkan Rp 30 trilun untuk Asian Games. Sebanyak Rp 25 trilun diantaranya untuk pembangunan infrastruktur, misalnya perbaikan Stadion GBK Jakarta, Stadion Jakabaring Palembang, maupun pembangunan infrastruktur di Bandung dan Banten.

    Anggran yang sudah terpakai untuk infrastruktur itu telah lebih dari Rp 10 trilun, terdiri dari Palembang Rp 7 triliun, dan Jakarta Rp 3 triliun. Pembangunan infrastruktur itu contohnya proyek light train di Palembang dan Jakarta.

    "Itu juga dalam rangka Asian Games, walaupun itu juga dipakai setelahnya, jadi capex namanya, capital expenditure yaitu dipakai awal tetapi kemudian dapat dipakai," kata Kalla.

    Sementara biaya penyelenggaraan Asian Games direncanakan menghabiskan anggaran Rp 4 trilun. Rencana ini dipangkas dari sebelumnya anggaran sebelumnya yang mencapai Rp 8 triliun. Meski berkurang setengahnya, JK berharap efisiensi penyelenggaraan ini jangan sampai mengurangi kemeriahan Asian Games 2018.

    Asian Games 2018 rencananya akan diikuti 45 negara. Meski awalnya akan mempertandingkan 42 cabang olahraga, setelah rapat koordinasi ini, Indonesia akan meminta pemangkasan cabang olahraga yang dipertandingkan menjadi 30.

    "Kami akan memberitahukan OCA bahwa hanya akan 30 cabang olahraga yang dipertandingkan," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi.

    Rapat koordinasi ini dihadiri antara lain Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menpora Imam Nachrawi, Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Achmad Soetjipto, perwakilan Indonesia Asian Games Organizing Commitee (Inasgoc) 2018, perwakilan KONI dan KOI.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?