Federer Vs Kyrgios, Duel Maestro Kalem dan Si Bocah Nakal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Roger Federer, setelah mengalahkan lawannya Rafael Nadal pada Final Australia Open di Melbourne, Australia, 29 Januari 2017.  Kemenangan ini membuat Federer meraih gelar ke-18 Grand Slam. AP/Aaron Favila

    Ekspresi Roger Federer, setelah mengalahkan lawannya Rafael Nadal pada Final Australia Open di Melbourne, Australia, 29 Januari 2017. Kemenangan ini membuat Federer meraih gelar ke-18 Grand Slam. AP/Aaron Favila

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan Roger Federer dengan Nick Kyrgios di perempatfinal tenis Indian Wells di California, Amerika Serikat, Jumat, 17 Maret 2017, siang waktu setempat atau Sabtu dinihari di Indonesia sangat ditunggu para penggemar tenis di berbagai belahan dunia. Selain beda generasi, karakter kedua pemain itu juga bagai bumi dan langit.

    Federer lolos ke perempat final setelah menundukkan rival klasiknya, Rafael Nadal, sementara Kyrgios kembali sukses menekuk Novak Djokovic. Usia Federer 14 tahun lebih tua dari lawannya yang baru 21 tahun.

    Soal karakter dan gaya permainan, siapapun tahu  gaya Federer yang kalem dan tak banyak tingkah. Kolektor 18 gelar Grand Slam itu lebih suka memamerkan keindahan permainannnya daripada bertingkah kontroversial dan menimbulkan perselisihan dengan banyak pihak.

    Sebaliknya, Kyrgios dikenal sebagai bad boy di tenis. Gayanya meledak-ledak, selalu memaki-maki di lapangan, bertengkar dengan wasit dan ofisial, atau pemain lain. Mendapat peringatan atau hukuman adalah hal biasa buat pemain Australia itu.

    Namun di balik segala perbedaan itu, Federer mengaku memiliki kesamaan dengan Kyrgios. Sang maestro mengaku ia pun gampang meledak-ledak ketika remaja. Kemudian, keduanya juga sama-sama terlambat meroket.

    Federer baru bisa menjuarai Grand Slam ketika berusia 21 tahun, di Wimbledon 2003, sedangkan Kyrgios di usianya sekarang belum meraih prestasi besar. Sama seperti Kyrgios, Federer juga sering tidak punya pelatih tetap.

    "Saya sangat terkesan melihatnya mengalahkan Novak dua kali beruntun. Saya harap sukses itu bisa menjadi modal berharga Nick di masa datang dan ia menyadari kalau ia bisa fokus dan rendah hati, ia akan menjadi pemain hebat," kata Federer di situs ATP.

    Pemenang dari pertandingan ini akan bertemu Kei Nishikori atau Jack Sock di semifinal. Satu partai semifinal lain mempertemukan Stan Wawrinka dan Pablo Careno Busta.

    PIPIT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.