Juara All England, Kevin Sanjaya Dapat Bonus Rp 250 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara All England pasangan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, 14 Maret 2017. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Juara All England pasangan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, 14 Maret 2017. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta – Prestasi Kevin Sanjaya Sukamuljo di All England 2017 telah mengharumkan nama Indonesia di kancah bulu tangkis dunia. Kevin, yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon, berhasil memenangi gelar ganda putra di turnamen tertua di dunia tersebut setelah menaklukkan Li Junhui/Liu Yuchen dari Cina dengan skor 21-19, 21-14.

    Atas prestasi ini, Kevin diberi apresiasi oleh klubnya, PB Djarum, yang telah membina Kevin sejak ia berusia 11 tahun. Bentuk apresiasi tersebut bernilai total Rp 250 juta, terdiri atas deposito BCA senilai Rp 200 juta, persembahan Djarum Foundation, serta Rp 50 juta dari Blibli.com, yang merupakan sponsor tim nasional bulu tangkis Indonesia.

    Pemberian penghargaan terhadap Kevin Sanjaya itu berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Rabu siang, 22 Maret 2017. Dalam kesempatan ini, turut hadir Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto serta Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI Oei Wijanarko.

    “Menjadi juara All England memang sudah menjadi impian saya sejak kecil,” kata Kevin. “Tapi, menjadi juara Olimpiade, juara dunia, dan juara Asian Games, sih, juga ingin. Saat menang, saya sempat enggak percaya, ini beneran menang?”

    Dalam kesempatan itu, Kevin Sanjaya mengucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation dan PB Djarum atas dukungan yang diberikan kepadanya selama ini. Menurut dia, semua prestasinya bakal tidak tercapai kalau dia tidak bergabung dengan PB Djarum. “Banyak sekali ilmu dan kesempatan yang diberikan kepada saya,” tuturnya.

    PP PBSI | GADI MAKITAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.