Panglima TNI Buka Kejuraan Nasional Karate di Lampung Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membuka Kejuaraan Nasional Karate Piala Menteri Dalam Negeri XIX 2017 yang diikuti 5.000 peserta. Gatot selaku Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) memberi amanat pada peserta kejurnas di gedung Saburai, Bandar Lampung, Lampung, tersebut.

    “Kejurnas ini selain untuk meningkatkan kualitas atlet, juga dapat dijadikan bahan evaluasi dalam melakukan pembinaan prestasi atlet secara berjenjang, bertahap, dan berkelanjutan,” ujar Gatot dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Sabtu, 25 Maret 2017.

    Perhelatan nasional itu, menurut dia, bisa memunculkan atlet-atlet karate yang potensial dan bisa dipertandingkan di kejuaraan yang lebih besar. “Saya menyambut gembira kejuaraan ini. Semoga event ini dapat meningkatkan prestasi atlet pada tingkat nasional juga dalam kancah internasional, dan dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia,” kata dia.

    Gatot meyakini kegiatan ini bisa menjadi wadah komunikasi dan silahturahmi antaratlet di Tanah Air. Para atlet, ujar Gatot, bisa berbagi pengalaman dalam pembinaan karate, serta mengenai penyiapan atlet menuju kejuaraan. “Kalah menang itu biasa di setiap pertandingan. Sebagai generasi atlet karate, terus berlatih dan berlatih dalam rangka mempersiapkan diri pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.”

    Kejurnas Karate Piala Mendagri XIX Tahun 2017 dibuka secara resmi oleh Gatot bersama Mendagri Tjahjo Kumolo dan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dengan pemukulan gong.

    Kejuaran yang berlangsung sejak 24 hingga 26 Maret 2017 itu mempertandingkan tiga kategori, meliputi kadet (kumite karate) putra dan putri usia 14 dan 15 tahun, kategori junior usia 16 dan 17 tahun, serta di bawah 21 tahun.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.