MotoGP: Finis Keempat di Qatar, Marquez Mengeluh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marc Marquez di sesi uji coba Qatar. Instagram.com

    Marc Marquez di sesi uji coba Qatar. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengakui melakukan kesalahan dalam balapan perdana MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar, Senin dinihari. Marquez mengaku bermain aman dan tak mengejar posisi terdepan agar tak terjatuh.

    Dia mengatakan telah melakukan kesalahan saat memutuskan mengganti ban keras dengan ban medium beberapa saat sebelum balapan. Kondisi hujan yang sempat mengguyur Sirkuit Losail menjadi penyebab keputusan fatal itu.

    "Pengawas balapan mengambil keputusan mengundurkan balapan. Saya kira itu adalah keputusan yang tepat. Namun kami kebingungan soal ban karena suhu terus turun dan kelembapan meningkat," ujarnya.

    Baca: Juarai MotoGP Qatar, Vinales: Ini Seperti Mimpi

    "Awalnya, saya menggunakan ban depan keras dan setelah semua terjadi, saya merasa ragu. Orang Michelin mengatakan, 'Anda satu-satunya yang menggunakan ban keras. Hati-hati, Anda bisa terjatuh'. Kemudian saya katakan, 'Oke, saya akan menggunakan ban medium.' Itu adalah sebuah kesalahan," ucapnya.

    "Cal (Crutchlow) juga mengganti bannya dan saya kira dia juga tak bahagia. Kenapa saya dan Cal awalnya memilih ban keras, karena kami kehilangan akselerasi terlalu banyak dan satu-satunya cara memperbaiki itu adalah menunda pengereman dan dengan cara itu tentu kami butuh bantuan dari ban depan."

    "Namun, ya, ban medium adalah sebuah kesalahan besar," kata Marquez.

    Baca juga: Penjelasan Lorenzo Setelah Hanya Finis Ke-11 di MotoGP Qatar

    Marquez menuturkan sebenarnya ia memiliki peluang besar memenangkan balapan jika tak mengganti ban. Namun peluang terjatuh lebih besar.

    "Setelah balapan, saya berpikir keras bahwa saya bisa bertarung untuk jadi juara. Ban keras juga lebih memberikan 'bahaya' lebih sedikit. Mungkin saya akan lebih kompetitif, tapi mungkin saja saya terjatuh," kata juara dunia bertahan MotoGP itu.

    "Jika Anda memiliki motor yang baik, lebih mudah membuat keputusan soal ban yang tepat. Jika Anda memiliki motor yang berada di batas kemampuannya dan tak membuat keputusan tepat, Anda akan kehilangan banyak waktu," katanya.

    CRASH | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.