Dana IT untuk Asian Games 2018 Ditekan Menjadi Rp 1 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba untuk memimpin rapat terbatas terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Gedung FX Senayan, Jakarta Selatan, 25 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba untuk memimpin rapat terbatas terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Gedung FX Senayan, Jakarta Selatan, 25 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan dana yang dibutuhkan untuk IT di Asian Games 2018 sekitar Rp 1,4 triliun. Namun cost effective yang ditekankan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 membuat dana untuk IT menjadi sekitar Rp 1 triliun.

    Rudiantara mengatakan total anggaran untuk penyelenggaraan masih terus dihitung. “Seperti IT, misalnya, Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1 triliun. Kami akan review lagi mana yang cost effective, karena enggak semuanya harus keluar uang, bisa bentuk sponsorship nantinya,” kata Rudiantara, Kamis, 30 Maret 2017, seusai rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta.

    Baca: Kadin Siap Bantu Sponsori Asian Games 2018

    Rapat yang membahas soal sponsorship Asian Games ini dipimpin Jusuf Kalla dan dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi, serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, juga dari Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri.

    Dana penyelenggaraan Asian Games diperkirakan mencapai Rp 4-4,5 triliun. Pemerintah juga menggalang dana dari sponsorship yang diperkirakan mencapai Rp 1-1,5 triliun dari perusahaan, baik dalam maupun luar negeri. Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan pihaknya siap mendukung keinginan untuk menggalang sponsorship dari pelaku usaha. “Kami siap, dong, ini kan ajang pemerintah. Ini kan suatu internasional, masak enggak siap. Ya, kami harus siap,” kata Shinta.

    Shinta mengatakan perusahaan yang menjadi sumber sponsorship masih terus dieksplorasi, baik dalam negeri maupun dari luar negeri. “Kami juga mau mengajak perusahaan-perusahaan internasional, baik Asia maupun luar Asia, ikut dan meramaikan Asian Games 2018.”

    Baca: Indonesia Akan Buat Official App Asian Games 2018

    Rudiantara mengatakan, secara keseluruhan, pemerintah menginginkan pelaksanaan Asian Games 2018 menuai sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Untuk sukses penyelenggaraan di antaranya adalah penyelenggaraan dilakukan dengan efektif dan efisien. Karena itulah, kebutuhan biaya dan pemasukan dibahas dalam rapat.

    Pada Sabtu, 25 Maret 2017, kata Rudiantara, biaya sudah dibahas. “Hari ini kami review rencana pemasukan,” tuturnya. Dia menambahkan, dalam rencana pemasukan ini, dibahas perkiraan-perkiraan pendapatan dari sponsorship.

    AMIRULLAH SUHADA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.