Teken Perpres Asian Games 2018, Ini Pesan Presiden Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah berada di atas besi-besi dalam menyelesaikan proses renovasi Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, 24 Maret 2017. Pengerjaan telah mencapai 32 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2017 guna menyambut ajang Asian Games 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sejumlah berada di atas besi-besi dalam menyelesaikan proses renovasi Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, 24 Maret 2017. Pengerjaan telah mencapai 32 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2017 guna menyambut ajang Asian Games 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa ia telah menekan Peraturan Presiden terkait Penyelenggaraan Asian Games 2018. Karena itu, ia berharap tim yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia itu bisa mulai menggenjot kinerjanya.

    "Sudah saya tandatangani hari ini dan akan segera diundangkan," ujar Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas terkait Asian Games 2018 di Istana Kepresidenan, Selasa, 18 April 2017.

    Sebelumnya, tahapan penyelenggaraan Asian Games 2018 sempat jalan di tempat karena tidak adanya Perpres Penyelenggaraan Asian Games 2018 atau yang selama ini dikenal sebagai Perpres Pengadaan Barang dan Jasa Terkait Penyelenggaraan Asian Games. Sebabnya, tanpa Perpres itu, INASGOC (Indonesian Asian Games Organizing Committee) selaku penyelenggara Asian Games tidak bisa mencairkan dana APBN maupun mencari dana tambahan.

    Baca: Menteri Puan Maharani: Infrastruktur Asian Games Capai 38 Persen

    Asian Games 2018, yang digelar di Palembang dan Jakarta, diproyeksikan memakan biaya maksimal sekitar Rp 8 triliun atau minimal sekitar Rp 4 triliun. Sejauh ini, dana yang tersedia baru sekitar Rp 500 miliar yang berasal dari APBN.

    Rencananya, untuk melengkapi kekurangan itu, penyelenggara akan mencari dana tambahan dari sponsor. Puluhan sponsor telah diajajaki pemerintah dan sejauh ini diperkirakan bisa menyuntikkan dana segar hingga Rp 1,5 triliun.

    Presiden Joko Widodo mengakui bahwa promosi akan menjadi kunci untuk menyelenggarakan Asian Games 2018 nanti. Oleh karenanya, ia meminta hal tersebut untuk benar-benar dikerjakan. Kalau perlu, dintegrasikan dengan hal lain untuk memberikan nilai tambah.

    Baca: Kian Mepet, Venue Asian Games Palembang Dikebut

    "Perhelatan ini bisa menjadi magnet untuk Indonesia. Tolong peluang ini ditangkap sebaik-baiknya, " ujar Presiden Joko Widodo.

    Terakhir, Presiden Joko Widodo meminta panitia atau komite penyelenggara untuk juga perhatian terhadap kondisi di lapangan. Ia berkata, persiapan di lapangan harus terus dipantau sehingga tidak ada masalah yang luput dari perhatian. "Semua harus dicek, dicek, dan dicek lagi," ujarnya menegaskan.

    Sebagai catatan, masih banyak hal yang harus dipikirkan terkait Asian Games selain pendanaan. Salah satunya adalah cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Pemerintah telah memangkas cabang olahraga dari 42 menjadi 36 namun belum memutuskan cabang mana saja yang akan dikurangi.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Pengarah Asian Games 2018 akan bertemu dengan Olympic Council of Asia malam ini untuk membahas hal itu lebih lanjut.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.