Kembali dari Hukuman Doping, Sharapova Lolos Perempat Final  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Maria Sharapova mengebalikan bola saat bertanding melawan petenis asal Russia, Ekaterina Makarova dalam putaran kedua Kejuaraan Stuttgart Terbuka, Jerman, 27 April 2017. Maria Sharapova mencatat kemenangan kedua dalam penampilannya setelah menjalani larangan tanding 15 bulan karena terbukti doping. AP Photo

    Petenis Maria Sharapova mengebalikan bola saat bertanding melawan petenis asal Russia, Ekaterina Makarova dalam putaran kedua Kejuaraan Stuttgart Terbuka, Jerman, 27 April 2017. Maria Sharapova mencatat kemenangan kedua dalam penampilannya setelah menjalani larangan tanding 15 bulan karena terbukti doping. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Maria Sharapova ditantang Anett Kontaveit dalam babak perempat final Stuttgart Open 2017, yang digelar pada Jumat malam, 28 April 2017, di Tennis Club Weissenhoff, Stuttgart, Jerman.

    Ini adalah penampilan pertama Sharapova selepas menjalani hukuman 15 bulan skorsing akibat doping.

    Sharapova, yang mendapatkan wild card di Stuttgart Open 2017, menang 7-5, 6-3 atas petenis Italia, Roberta Vinci, pada babak pertama. Kemudian di babak kedua, Sharapova menundukkan sesama petenis asal Rusia, Ekaterina Makarova, dengan 7-5, 6-1.

    Adapun Kontaveit merupakan pemain yang lolos dari babak kualifikasi. Petenis asal Estonia ini melaju ke perempat final setelah menang atas unggulan kelima dari Spanyol, Garbine Muguruza, dengan 2-6, 7-6 (7-1), 6-1.

    "Saya senang bisa maju sampai babak perempat final setelah lama tidak bertanding. Saya mampu menjalankan semua strategi bermain dan hasilnya positif," ujar Sharapova.

    "Saya belum pernah menghadapi Kontaveit. Ini kesempatan yang bagus bagi saya untuk mengenal permainannya," ujarnya.

    BBC | DON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.