Tak Dampingi ISG, Satlak Prima Adukan Alex Noerdin ke Kemenpora

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alex Noerdin, Gubernur Sumatra Selatan (Reza Sumantri/Tempo)

    Alex Noerdin, Gubernur Sumatra Selatan (Reza Sumantri/Tempo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan kontingen Indonesia di Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 Alex Noerdin diadukan ke Kemenpora oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) karena tidak mendampingi atlet sampai pelaksanaan kejuaraan tersebut tuntas.

    "Seharusnya CDM itu menampingi secara penuh atlet yang bertanding. Tapi pak Alex hanya ada di sana sekitar empat hari saja. Setelah itu sempat ada kekosongan," kata perwakilan Satlak Prima Ian Situmorang saat melaporkan hasil ISG ke Kemenpora di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa.

    Sesuai dengan jadwal, ISG 2017 di Baku Azerbaijan berlangsung 12-22 Mei. Pada kejuaraan tersebut, kontingen Indonesia hanya berada di posisi delapan dengan raihan enam emas, 29 perak, dan 23 perunggu. Hasil ini juga tidak sesuai target yaitu posisi lima besar.

    Menurut Ian, selama mengikuti ISG atlet membutuhkan pendampingan penuh meski akhirnya ada pengganti. Apalagi kontingen Indonesia bertanding jauh dari Tanah Air. CDM diharapkan selalu ada sehingga setiap ada permasalahan yang ada bisa segera diatasi.

    Kondisi ini mengingatkan pada Asian Games 2014 di Incheon Korea Selatan. Saat itu sang komandan kontingen yaitu Suwarno harus pulang terlebih dahulu sebelum kejuaraan empat tahunan itu usai. Hasilnya Indonesia harus puas di posisi 17 dengan empat emas, lima perak, dan 11 perunggu.

    Masalah komandan kontingen yang tidak penuh menampingi atlet ISG langsung ditanggapi oleh anggota komite eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Helen Sarlita Delima. 

    Menurut dia, apa yang terjadi sudah diantisipasi sejak awal.

    "Tidak sampai ada kekosongan. Sejak awal kita sudah rencanakan karena saat itu Pak Alex harus melantik Bupati. Saat Pak Alex pulang posisinya ditempati Pak Kadispora sebelum wakil CDM (Muddai Madang) hadir di sana," katanya saat dikonfirmasi.

    Sementara itu Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menilai kinerja CDM selama mengawal Eko Yuli dan kawan-kawan cukup bagus. Kewajiban selama menjadi CDM juga dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

    "Bahwasannya tidak sampai selesai kami sudah tahu dari awal. Tetapi kalau kemudian kosong sehari nggak tahu saya," katanya saat dikonfirmasi.

    Pada evaluasi ISG 2017, CDM Alex Noerdin tidak kelihatan hadir. Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto hanya dihadiri jajaran Satlak Prima yang dipimpin Achmad Soetjipto, perwakilan KOI hingga perwakilan cabang olahraga yang diberangkatkan.

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.