Senin, 19 Februari 2018

Lokasi PON 2020 Bisa Dipindah Jika Papua Tidak Siap

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 15 Juli 2017 04:28 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi PON 2020 Bisa Dipindah Jika Papua Tidak Siap

    Ketua KONI Tono Suratman (kedua kanan) menyerahkan bendera PON kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) disaksikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) pada penutupan PON XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jabar, 29 September 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Mataram - Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Mayjen TNI (Purn) Suwarno menyatakan lokasi Pekan Olahraga Nasional atau PON 2020 bisa dipindah, jika Papua tidak mampu menyiapkan stadion yang layak dan fasilitas pendukung lainnya.

    "Seandainya pada 2018  ternyata Papua (sebagai tuan rumah) tidak ada perubahan, ada kemungkinan dipindahkan. Masih banyak tempat yang bisa," kata Suwarno usai acara pembukaan Musyawarah Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2017, di Mataram, Jumat malam, 14 Juli 2017, terkait kesiapan PON 2020 Papua.

    Baca juga:
    Proyek Fasilitas PON Papua Senilai Rp 10 Triliun Diresmikan

    Menurut Suwarno, penyiapan stadion masih lamban. Padahal, peletakan batu pertama pembangunan stadion untuk acara pembukaan PON 2020 di Papua, sudah dilakukan pada 2015. "Kami terus evaluasi sampai akhir tahun ini. Kami lihat peluang pembangunannya seperti apa pada 2018 nanti," ujarnya.

    Dari hasil evaluasi sementara, kata dia, ada 10 gedung olahraga yang ada di Timika, untuk pelaksanaan pertandingan beberapa cabor, seperti golf, atletik, bulu tangkis dan rugby. Sementara di Wamena, dan Merauke, ada stadion yang akan digunakan untuk penyisihan cabor sepak bola. Ada juga danau Sentani untuk pertandingan cabor selam, dayung dan olahraga air lainnya.

    "Itu yang sedang kami monitor. Kalau sampai akhir 2018 tidak ada kemajuan, berarti Papua tidak siap. Itu dari kaca mata kami, tapi mudah-mudahan berjalan sesuai harapan," kata Suwarno.

    Baca pula:

    Biaya PON 2020 di Papua Mencapai Rp 10 Triliun

    Dari kondisi yang ada di Papua saat ini, lanjut Suwarno, pihaknya akan memberikan referensi kepada para pengurus KONI di daerah dalam rangka penataan atlet dengan memberikan rencana sementara cabor yang akan dipertandingkan.

    Untuk jumlah cabor yang bisa dipertandingkan pada PON 2020 hanya 38 cabor atau berkurang dibandingkan PON di Bandung sebanyak 44 cabor ditambah 12 cabor eksebisi. Hal itu disebabkan karena faktor kesiapan Papua sebagai tuan rumah.

    Simak:

    Mimika Siap 100 Persen Jadi Venue PON 2020

    Oleh sebab itu, KONI Pusat akan menyurati daerah-daerah supaya mempunyai persiapan yang cukup untuk menghadapi persaingan memperebutkan medali pada 38 cabor yang dipertandingkan di PON 2020 tersebut. "Apakah itu persiapan pengajuan dukungan anggaran, kaitan dengan pembinaan atlet serta persiapan lain sehingga meraih prestasi yang lebih baik dan akan melakukan sistem prioritas," katanya.

    ANTARA  I  S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Diet: Makanan Penurun Berat Badan

    Makanan yang kaya serat, protein dan vitamin cocok bagi orang yang sedang diet.