Beri Penghormatan untuk Ricko Andrean, Persib Pakai Pita Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bobotoh Persib Ricko Andrean, yang akhirnya meninggal setelah mengalami keroyokan. instagram.com

    Bobotoh Persib Ricko Andrean, yang akhirnya meninggal setelah mengalami keroyokan. instagram.com

    TEMPO.COJakarta - Pemain Persib akan memberi penghormatan khusus kepada Ricko Andrean, bobotoh yang meninggal setelah menjadi korban pengeroyokan bobotoh lain. Para pemain akan mengenakan pita hitam di bahu dalam laga pekan ke-17 Liga 1 di kandang Perseru Serui, Stadion Marora, Kepulauan Yapen, Sabtu, 29 Juli 2017.

    Ricko Andrean meninggal dalam usia 22 pada Kamis, 27 Juli 2017, di Bandung. Bobotoh asal Cicadas ini menjadi korban kekerasan akibat salah paham saat pertandingan Persib melawan Persija Jakarta lalu. Ia dikeroyok bobotoh lain karena membela suporter Persija Jakarta dan sempat koma selama lima hari sebelum akhirnya berpulang.

    Baca: Ricko Meninggal Dikeroyok Sesama Bobotoh, Apa Kata Menpora?

    Caretaker pelatih Persib, Herrie Setyawan, mengatakan upaya mengenakan pita hitam itu akan diusulkan dan diharapkan bisa diterima oleh tim lawan dan perangkat pertandingan lain.

    "Kami akan menyiapkan pita hitam. Kami juga akan bicarakan dengan perangkat pertandingan. Kami berduka dengan kabar ini," kata Herrie di Serui, Kamis, 27 Juli 2017.

    Herrie berdoa semoga almarhum bisa mendapat tempat yang layak di sisi Yang Maha Esa. Untuk keluarga yang ditinggalkan juga bisa tabah dan menerima kepergian Ricko. "Semoga keluarga juga tabah," tuturnya. 

    Selain akan menjadi ajang untuk menghormati Ricko Andrean, laga nanti sangat penting bagi Persib. Tim Maung Bandung harus menang untuk memperbaiki posisi karena kini terpuruk di urutan ke-14 dengan nilai 21.

    PERSIB | NS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.