Ricko Andrean Meninggal, Bobotoh Persib Bikin 5 Kesepakatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bobotoh Persib Ricko Andrean, yang akhirnya meninggal setelah mengalami keroyokan. instagram.com

    Bobotoh Persib Ricko Andrean, yang akhirnya meninggal setelah mengalami keroyokan. instagram.com

    TEMPO.COJakarta - Tragedi yang menimpa Ricko Andrean Maulana, bobotoh Persib Bandung, 22 tahun, yang meninggal akibat dikeroyok sesama bobotoh, mengundang reaksi beberapa organisasi pendukung tim Pangeran Biru. 

    Ricko meninggal pada Kamis, 27 Juli 2017, di RS Santo Yusuf, Bandung.

    Baca: Ricko Meninggal Dikeroyok Sesama Bobotoh, Apa Kata Menpora?

    Dari hasil pertemuan yang dilakukan di Viking Original Merchandise (VOM), Jalan Ahmad Yani, Bandung, Kamis, disepakati lima poin yang harus dilakukan untuk mencegah tragedi tersebut tidak terulang.

    Ricko sendiri adalah anggota organisasi bobotoh Viking Frontline.

    Berikut ini kelima poin yang disepakati bobotoh.

    Baca: Ricko Meninggal karena Ulah Suporter Persib, Ini Kata Keluarganya

    1. Bersimpati terhadap tragedi kematian Ricko dan mengutuk keras pelakunya.

    2. Melarang tindakan kekerasan sebagai akibat fanatisme berlebihan dalam mendukung Persib.

    3. Wajib menjaga reputasi dan nama baik Persib dengan menjunjung tinggi sportivitas.

    4. Meminta pihak kepolisian segera mengusut kasus pengeroyokan Ricko hingga tuntas dan menindak pelakunya.

    5. Kesepakatan untuk melakukan kampanye "stop kekerasan" dalam sepak bola.

    Ricko Andrean dikeroyok sesama bobotoh saat menonton pertandingan Liga 1 antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu, 22 Juli 2017. Hingga saat ini, pelaku kekerasan terhadap Ricko belum ditangkap.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.