Persaingan Berat, Andre Gunaya Yakin Juarai Tenis Meja UT-Tempo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andre Cristian Gunaya (kanan) saat melaawan Geget Sudrajat dalam pertandingan tenis meja UT-Tempo di Universitas Terbuka Convention Centre, Pondok Cabe Sabtu, 12 Agustus 2017. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Andre Cristian Gunaya (kanan) saat melaawan Geget Sudrajat dalam pertandingan tenis meja UT-Tempo di Universitas Terbuka Convention Centre, Pondok Cabe Sabtu, 12 Agustus 2017. Tempo/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Andre Cristian Gunaya, Siswa SMP Negeri 4 Garut, Jawa Barat, menilai persaingan di Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Universitas Terbuka (UT) - Tempo 2017 lebih berat dibanding tahun sebelumnya. Tapi, Runner-up musim lalu itu optimistis meningkatkan prestasi dengan menjadi juara.

    Andre, dari PTM AIF Bandung,  melewati babak awal turnamen kategori kadet putra dengan mengalahkan Geget Sudrajat, dari PTM Trenggalek. Ia menang tiga set langsung 11-2, 11-8, 11-3.

    "Pertandingan tadi lumayan sulit, lawannya ngebales smash terus, tapi tadi bisa menang," kata Andre seusai laga. "Kalau tahun lalu juara dua, tahun ini harus bisa juara satu."

    Dalam pertandingan itu, Andre, yang mengaku belajar tenis meja sejak usia 6 tahun, terlalu tangguh bagi Geget Sudrajat, yang memiliki badan lebih besar. "Andre ini cukup sulit di taklukan, dia main sangat bagus," kata Geget, siswa kelas 3 SMP 4 Trenggalek, Jawa Timur,  ini.

    Ia, yang sudah tiga kali mengikuti turnamen tenis meja UT-Tempo ini, berharap turnamen sama terus digelar, karena bisa membantu meningkatkan prestasi para pemain. "harus sering-sering di laksanakan," kata dia.

    Sementara itu, di kategori divisi kadet putri, Marwah Sholehah, dari PTM Kaltim, Balikpapan, berhasil melibas lawannya, Qinnola Annishya Maaruf, dari PTM Sukun Kudus, dengan tiga set langsung 11-8, 11-5, 11-8. "Lawannya tidak begitu sulit masih bisa dikemablikan bola-bolanya," kata atlet 13 tahun itu.

    Marwah, yang merupakan siswi SMP Samarinda SKOI Kalimantan Timur, ikut turnamen ini karena ingin mengasah kemampuan. "Dengan adanya turnamen ini bisa meningkatkan jam terbang saya, karena lawan yang berbeda-beda teknikya," kata dia.

    Adapun Qinnola yang masih duduk di kelas 6 SD Kampung Dalem, Tulungagung, tak terlalu kecewa meski kalah. "Turnamen seperti ini membuat saya terus berkembang dan memiliki pengalaman bertanding, bisa dijadikan pelajaran nantinya," kata da.

    Turnamen tenis meja UT - Tempo diselenggarakan atas kerja sama Universitas Terbuka dan Tempo, dalam rangka Dies Natalis ke-33 Universitas Terbuka. Turnamen diikuti 839 peserta dari 14 provinsi. Ada 10 kategori yang di mainkan dalam turnamen ini, memperebutkan hadiah total Rp 118 juta.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.