SEA Games: Lindswell Kwok, Wushu, dan Benci yang Berubah Cinta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok memegang medali ketika upacara penyerahan medali wushu nomor Taijijian putri di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok memegang medali ketika upacara penyerahan medali wushu nomor Taijijian putri di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet wushu andalan Indonesia, Lindswell Kwok, menorehkan catatan bersejarah di SEA Games 2017. Dengan medali emas yang diraihnya dari nomor Taijijian (jurus pedang), Senin, ia sekaligus memastikan diri selalu meraih emas pada empat SEA Games yang diikutinya: 2011, 2013, 2015, dan sekarang.

    Prestasi di level Asia Tenggara itu melengkapi prestasinya yang lebih tinggi, yakni empat medali emas kejuaraan dunia, termasuk yang terakhir 2015. Di Asian Games ia juga meraih perak pada 2014.

    Prestasi gemilang itu tampaknya tak terbayangkan saat dia kecil. Ia mengakui, pada awal perkenalannya ia tak suka dengan seni bela diri asal Cina tersebut.

    Kala itu, ia dikenalkan oleh kakaknya yang suka pada wushu. Unsur seni di dalam wushu menurutnya membuat olahraga ini menjadi sulit dipelajari.

    “Waktu itu, saya masih kecil, 9 tahun, jadi belum terlalu mengerti, hanya ikut-ikutan. Saat pertama, malah saya tidak suka. Soalnya, olahraga ini sulit. Ada unsur seni di dalamnya,” kata Lindswell saat diwawancarai Gadi Matikan di Incheon, Korea Selatan, tahun 2014.

    Selain unsur bela diri dan seni, kedisplinan juga menjadi salah satu unsur penting dalam wushu tutur Lindswell. Bagi anak belia, hal itu kadang terasa berlebihan.

    Tapi, ia lantas termotivasi untuk menekuni olahraga itu setelah melihat senior-seniornya berlaga di ajang internasional seperti SEA Games dan Asian Games.

    “Lama-kelamaan, setelah terus latihan dan melihat senior yang berangkat ke SEA Games dan Asian Games, saya merasa bahwa keren juga ikut olahraga ini. Di situ saya mulai mencari tahu dan memperhatikan. Saya semakin menyukai olahraga ini karena keunikannya,” kata Lindswell.

    LIndswell sempat disebut-sebut akan pensiun setelah SEA Games 2017. Tapi, banyak pengurus olahraga nasional yang meminta dia tampil di Asian Games 2018 di kandang sendiri.

    Jadi pensiun atau tidak, satu hal pasti, Lindswell tak akan berhenti menggeluti wushu.  “Latihan wushu tidak ada batasnya. Kami akan terus berkembang jika serius mempelajari teori dan filosofinya. Semakin banyak belajar, semakin tahu, olahraga ini menjadi semakin menarik. Sampai umur enam puluh atau delapan puluh tahun, belajar wushu tidak akan selesai,” kata dia.

    Lindswell adalah satu dari tiga peraih emas cabang wushu di SEA Games 2017. Dua atlet lainnya adalah Felda Elvira Santoso (Daoshu putri) dan Juwita Niza Wasni (Nandao dan Nangun all round).

    KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.