Kecurangan di SEA Games, Menpora Akan Protes ke Federasi Asia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil (kanan) dan Hendy (kiri) beraksi dalam nomor seni ganda putra pencak silat SEA Games XXIX Kuala Lumpur di KLCC, Kuala Lumpur, Malaydia, 24 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil (kanan) dan Hendy (kiri) beraksi dalam nomor seni ganda putra pencak silat SEA Games XXIX Kuala Lumpur di KLCC, Kuala Lumpur, Malaydia, 24 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Makassar - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta kepada federasi cabang olahraga Indonesia agar mencatat wasit dan juri yang berlaku curang di SEA Games 2017. Sebab ia akan melakukan langkah protes ke federasi Asia, Dewan Olimpiade Asia (OCA), agar wasit dan juri yang tak jujur dan fair play tak digunakan lagi di Asian Games 2018 di Indonesia.

    "Saya sudah minta ke federasi cabang olahraga Tanah Air yang berjuang di SEA Games, ini sekaligus evaluasi untuk melihat semua proses yang dianggap tak jujur," kata Imam usai membuka Kejuaraan Nasional antar Perguruan Tinggi Negeri se- Indonesia di Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat 25 Agustus.

    Menurut dia, setelah dicatat maka pihaknya akan mengajukan nota protes resmi sekaligus menjadikan bahan pertimbangan para wasit atau juri itu tak memimpin pertandingan di Asian Games. Oleh karena itu, lanjut Imam, SEA Games ini merupakan momentum untuk mengevaluasi menjelang Asian Games mendatang.

    "Bagi Indonesia ini merupakan pemanasan bahwa atlet kita betul-betul siap di Asian Games. Begitu juga wasit, juri dan pendukung penyelenggara disiapkan secara baik," tutur Imam. "Karena wasit dan juri itu yang menjaadi keluhan atlet Indonesia."

    Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa wasit dan juri yang tak jujur dan sportif harus diketahui berasal dari mana. Ia menyebutkan cabang sepak takraw putri Indonesia saat melawan Malaysia terpaksa walkout lantaran dicurangi oleh wasit. "Kita tak ingin menang dengan cara curang, lebih baik kalah tapi tetap sportif."

    Selain itu, Imam menambahkan persoalan bendera Indonesia yang terbalik dalam buku panduan SEA Games, Malayasia sudah melakukan permintaan maaf secara resmi. Sehingga tak perlu dipermasalahkan lagi. "Soal bendera sudah selesai, permintaan maaf secara resmi sudah dilakukan. Jadi sudah tak boleh dilanjutkan lagi," kata dia.

    Sebelumnya Indonesia merasa dicurangi pada beberapa cabang olahraga termasuk sepak takraw putri dan pencak silat. Terakhir kecurangan wasit di nomor ganda putra pencak silat itu karena skor yang diraih Malaysia sangat mencolok mencapai 582.

    Padahal dalam pertandingan pencak silat, belum pernah didapatkan skor mencapai 582. Hal itu yang membuat pasangan Hendy dan Yolla harus puas dengan perolehan perak di SEA Games 2017 usai mengumpulkan 554 poin.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.