Sabtu, 24 Februari 2018

Liga 1: Persija Ingin Gunakan Dua Stadion Sebagai Kandang  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 12:20 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liga 1: Persija Ingin Gunakan Dua Stadion Sebagai Kandang   

    Latihan persija Jakarta. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija Jakarta berencana menggunakan dua stadion sebagai home base atau kandang tim dalam kompetisi Liga 1 Indonesia. Rencananya, kedua kandang itu adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

    "Jika diizinkan, kami akan tetap menggunakan dua venue tersebut untuk pertandingan di Jakarta dan pertandingan sisanya di Bekasi," kata Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade saat ditemui di kantor PT Persija Jakarta baru di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu malam, 13 September 2017.

    Saat ini, Persija masih menunggu persetujuan dari pihak pengelola SUGBK terkait dengan hal tersebut. Ke depan, SUGBK memang akan digunakan sebagai venue utama perhelatan Asian Games pada Agustus 2018. Meski begitu, Gede berharap beberapa pertandingan Persija tetap bisa dilakukan di sana.

    Salah satu laga yang diharapkan Gede bisa dilakukan di SUGBK adalah pertandingan melawan Persib Bandung pada 3 November 2017 dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia.

    "Stadion Patriot representatif, tapi animo The Jakmania tak cukup diakomodasi di lapangan Patriot, tak cukup di Stadion Pakansari (Bogor). Lapangan terbaik untuk mengakomodasi jumlah (The Jakmania) ada di GBK," ujarnya.

    Dia pun meminta pihak pengelola SUGBK kembali mempercayai Persija dan The Jakmania, sebutan bagi suporternya. Pasalnya, beberapa kali kerusuhan antar-suporter pecah saat laga di SUGBK.

    "Mohon kami diberikan kesempatan untuk membuktikan bahwa kami sudah berbeda. Sudah bisa menjadi warga Jakarta yang dapat dipercaya dan tak akan merepotkan warga lain," ucapnya.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.