Bintang Timnas U-16: Insting Gol Sutan Zico Menurun dari Ayahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (pssi.org)

    Pemain Timnas Indonesia U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Sutan Zico menjadi perbincangan setelah menunjukkan aksi gemilang bersama Timnas Indonesia u-16 di kualifikasi Piala AFC U-16 di Thailand. Zico mengemas delapan gol dari dua pertandingan awal babak kualifikasi grup G.

    Pemuda berumur 15 tahun itu, yang memiliki nama lengkap Sutan Diego Armando Ondriano Zico, ternyata memiliki insting tajam sejak kecil. Bakat menyerang Zico mulai diketahui oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Taruna sejak 2013 silam.

    "Awalnya ia bermain di turnamen U-11 untuk sebuah SSB di Bogor," kata pelatih Zico di Bina Taruna, Bonni Wijaya, saat dihubungi Tempo, Kamis, 21 September 2017. Bonni langsung terpikat dengan penampilan dan kelincahan Zico saat bermain.

    Bermodal pertemanan dengan Oriyanto Jhosan, ayah Zico, Bonni pun membujuk agar Zico dipindahkan ke SSB Bina Taruna. Pada di usianya yang ke-12, Zico pun berlatih di SSB Bina Taruna.

    Baca: Sutan Diego Armando Zico Sudah Dikontrak Perusahaan Internasional
     
    Benni mengatakan, ayah Zico adalah teman sesama pemain bola dulu. Oriyanto lebih senior dibanding Benni. Saat aktif dulu, Oriyanto berposisi sebagai striker, sama seperti anaknya. "Zico selain berlatih di klub (Bina Taruna), juga kerap berlatih di rumah, bersama ayahnya," kata Benni.

    Bersama SSB Bina Taruna, Zico berlatih tiap hari Senin hingga Jumat sebanyak dua jam. Hasil latihan Zico terbukti saat ia membela Bina Taruna di ajang Liga TopSkor untuk kategori umur 13 tahun. Di sana ia mencetak lebih dari 23 gol.

    Saat itu pula Zico terpilih ikut dalam Chelsea Soccer School Indonesia. Skill dan permainannya juga membuat Chelsea Soccer School Singapore berminat memberi Zico kesempatan berlatih bersama.


    Sutan Zico. (instagram)

    "Saat itu Zico kerap bolak balik dari Singapura dan ke Bina Taruna. Meski begitu, ia tetap produktif mencetak gol," kata Benni.

    Sibuk di dua tempat berlatih, Zico tetap menampilkan performa menawan. Ia tampil apik di ajang Liga Kompas dan mengemas lebih dari 30 gol. Ia pun terpilih menjadi kapten Timnas Indonesia U 15 di Piala Gothia.

    Penampilan Zico juga menarik perhatian pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini saat seleksi. Ia pun terpilih dan ikut dibawa dalam skuad Garuda ke Thailand untuk ajang kualifikasi Piala AFC U-16.

    Baca: Kelebihan Sutan Zico, Pemain Timnas U-16, Menurut Pelatih SSB-nya
     
    Zico tak dimainkan di babak pertama saat laga awal kualifikasi Indonesia melawan Kepulauan Mariana Utara. Saat dimainkan di babak kedua, Zico langsung menjawab kepercayaan Fakhri Husaini dengan menciptakan lima gol, dan membuat Indonesia unggul 18-0.

    Di laga kedua menghadapi Timor Leste, Zico kembali tidak dimainkan sejak babak pertama. Fakhri memasang Amiruddin Bagus yang di laga sebelumnya mencetak hattrick. Namun hingga babak pertama usai Indonesia gagal mencetak gol dan justru tertinggal 0-1.

    Zico yang dimasukan di babak kedua berhasil menjadi pemecah kebuntuan. Hat-trick Zico membuat keadan berbalik dan Indonesia unggul di akhir laga dengan skor 3-1.

    "Dia (Zico) punya kualitas untuk mengangkat permainan tim. Kalau sudah buntu, dia selalu bisa mencetak gol buat tim," kata Benni.

    Jumat sore ini, Sutan Zico akan kembali jadi andalan saat Timnas Indonesia U-16 melawan Laos di laga terakhir kualifikasi Grup G.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.