450 Atlet Ikuti Kejuaraan Nasional Wushu Yunior di Babel

Jum'at, 02 Desember 2016 | 16:40 WIB
450 Atlet Ikuti Kejuaraan Nasional Wushu Yunior di Babel
Atlet Wushu Achmad Hulaefi tampil di babak Final Nomor Men's Dao Shu Sea Games 2015, Singapura, 8 Juni 2015. Hulaefi berhasil mengumpulkan angka 9,71. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

TEMPO.CO, Pangkalpinang - Sebanyak 450 orang atlet dari 23 provinsi akan mengikuti Kejuaraan Nasional  Wushu tingkat yunior U-18  di Gedung Olahraga Sahabuddin Bangka Belitung, 11-17 Desember 2016. Kejurnas tersebut merupakan babak kualifikasi atlet wushu yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional Remaja 2017.

Ketua Pengurus Provinsi Wushu Bangka Belitung Ricky Kurniawan mengatakan  pihaknya telah melakukan berbagai persiapan pembukaan dan pertandingan bekerja sama dengan Pengurus Besar (PB) Wushu dan event organizer.

"Total medali yang diperebutkan adalah 44 buah. Sedangkan wasit juri berjumlah 47 orang yang semuanya didatangkan oleh PB. Saat ini sudah ada 450 atlet dari 22 provinsi yang sudah mendaftarkan diri," ujar Ricky kepada wartawan, Jumat, 2 Desember 2016.

Ricky menuturkan ditetapkannya Bangka Belitung sebagai tuan rumah pelaksanaan kejurnas yunior wushu cukup mendadak karena Jambi yang ditunjuk sebagai tuan rumah sebelumnya memilih mengundurkan diri.

"Karena mendadak kami kesulitan juga di pendanaan. Kami hanya mendapatkan bantuan dari PB. Namun kita tetap berupaya menggelar kejurnas ini sukses karena disupport penuh dari KONI Bangka Belitung dan Komisi IV DPRD. Apalagi kita difasilitasi mendapatkan bantuan dari BUMN dan perusahaan swasta," ujar dia.

Ricky menambahkan sebagai tuan rumah, Bangka Belitung mengutus 18 orang atlet yang akan berlaga dengan target memperoleh empat medali. Seluruh atlet sudah mendapatkan pemusatan latihan selama satu minggu.

"Melalui kejurnas ini juga kita mengharapkan ada efek positif yang dihasilkan dengan terbangunnya sektor pariwisata dan UMKM," ujar dia.

SERVIO MARANDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan