MotoGP 2017: Rossi Terus Keluhkan Ban, Seperti Apa Aturannya?  

Selasa, 09 Mei 2017 | 16:05 WIB
MotoGP 2017: Rossi Terus Keluhkan Ban, Seperti Apa Aturannya?  
Valentino RossiAkun terverifikasi dalam tes MotoGP hari kedua di Qatar. twitter.com/valeyellow46

TEMPO.CO, JakartaValentino Rossi selalu mempermasalahkan bahwa ban Michelin yang dipakai sebagai ban resmi MotoGP 2017 tidak cocok dengan motor Yamaha YZR-M1 yang dipakai untuk balapan. Ban terlalu mudah selip saat motor digas, juga dirasakan kurang memiliki daya cengkeram di lintasan.

Baca: Tes MotoGP di Jerez: Soal Motor, Vinales Berbeda dengan Rossi

Michelin menyediakan tiga tipe ban untuk MotoGP 2017, yaitu soft, medium, dan hard, baik untuk ban depan maupun belakang dengan jenis ban kering (slick). Berbeda dengan tahun lalu, yang hanya disediakan dua tipe ban, yakni medium dan hard untuk ban depan serta soft dan medium untuk ban belakang.

Rossi menginginkan satu tipe ban lagi, yaitu super-hard. Keinginan sang legenda MotoGP ini belum dipenuhi.

Berikut ini adalah aturan soal ban di MotoGP 2017.

1. Dalam satu musim, setiap pembalap hanya boleh menghabiskan 22 unit ban jenis kering. Masing-masing 10 untuk ban depan dan 12 untuk ban belakang. Untuk kualifikasi, dua pembalap dengan catatan waktu terburuk di kualifikasi pertama boleh mendapatkan tambahan satu unit ban belakang bertipe soft untuk sesi kualifikasi kedua.

Baca: MotoGP: Motor Tak Kunjung Beres, Rossi Minta Suku Cadang Diganti

2. Dalam satu musim, setiap pembalap boleh menggunakan ban jenis basah sebanyak 11 unit, masing-masing 5 ban depan dan 6 ban belakang. Jumlah pemakaian ban dapat ditambah dengan izin direktur lomba, jika sesi latihan dan kualifikasi dilakukan dalam kondisi trek basah.

3. Penerapan teknologi deteksi otomatis jenis ban. Sistem baru akan diimplementasikan untuk memungkinkan deteksi otomatis dari jenis kompon ban yang digunakan oleh pembalap. Informasi ini akan tersedia untuk semua pembalap dan tim serta untuk televisi.

MOTOGP | DON




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan