MotoGP, Biaggi: Nyali Rossi Masih Besar, tapi Reaksinya Melambat

Jum'at, 12 Mei 2017 | 15:40 WIB
MotoGP, Biaggi: Nyali Rossi Masih Besar, tapi Reaksinya Melambat
Valentino Rossi. REUTERS/David W Cerny

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pembalap MotoGP, Max Biaggi, menyoroti performa Valentino Rossi. Menurut Biaggi, Rossi saat ini sudah kehilangan ledakan dan dinilai mulai melambat seiring dengan usianya yang semakin menua. Untuk menyiasati kendala usia yang menua inilah, Rossi harus mengubah gaya membalapnya dan hal itu berimbas terhadap performa di lintasan.

"Rossi saya pikir bukan kehilangan nyali, namun memang daya ledaknya untuk bereaksi sudah berkurang. Saya pikir itu normal saja, seiring bertambahnya usia. Itulah sebabnya dia perlu mengubah gaya membalap, dan itu bukan usaha yang mudah," ujar Biaggi, rival utama Rossi di balap 500 cc dan MotoGP era 2000-an.

Baca: MotoGP, Michelin: Rossi Harusnya Pakai Ban Medium, Bukan Hard

"Pembalap motor memang berbeda dengan pelari jarak 100 meter yang sangat memerlukan ledakan otot untuk bereaksi, dan semakin melemah ketika usianya semakin tua," kata Biaggi. 

Meskipun demikian, kata dia lagi, prinsipnya tetap sama. Seorang pembalap MotoGP tetap memerlukan kecepatan untuk bereaksi dan mengantisipasi segala kemungkinan di lintasan, dan ketika kita menua keepatan bereaksi itu juga akan berkurang. "Saya pikir musuh utama Rossi saat ini bukanlah Marverick Vinales atau Marc Marquez. Musuh utama Rossi adalah waktu," kara Biaggi, pria 46 tahun yang pensiun di usia 42 tahun sebagai pembalap Superbike.

Baca: MotoGP, Rossi: Pedrosa Sama Berbahayanya dengan Marquez & Vinales

Meskipun mengatakan bahwa Rossi sudah mulai melemah, Biaggi tetap memuji bahwa penampilan pembalap MotoGP berusia 38 tahun itu istimewa. Itu dibuktikan dengan kemampuan Rossi untuk tetap memimpin klasemen pembalap hingga seri keempat Moto GP Spanyol 2017 pada akhir pekan lalu.

"Rossi beruntung karena dia masih mampu meneruskan karier balap MotoGPnya. Entah dengan alasan apa dia belum ingin berhenti, karena masing-masing pembalap punya alasan pribadi. Tidak ada batasan pasti sampai umur berapa seorang pembalap motor harus berhenti. Pastinya semua ada batasnya, dan saya memutuskan pensiun saat merasa bahwa sudah punya cukup banyak uang di kantong," kata Biaggi lagi.

Baca: MotoGP: Rossi Masih Keluhkan Ban dan Sasis, Vinales Sudah Oke



GPONE | DON

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan