MotoGP Terkini: Kondisi Hayden Masih Kritis, Belum Bisa Dioperasi

Jum'at, 19 Mei 2017 | 12:50 WIB
MotoGP Terkini: Kondisi Hayden Masih Kritis, Belum Bisa Dioperasi
Mantan juara MotoGP, Nicky Hayden, mengalami kecelakaan di Rimini-Tavoleto, Italia, Rabu waktu setempat. Mobil yang menabrak Hayden, yang saat itu tengah bersepada, mengalami kerusakan di bagian kaca depannya. (www.gpone.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi Nicky Hayden masih kritis, setelah mantan pembalap MotoGP itu ditabrak mobil saat bersepeda di pinggiran Kota Rimini, Italia, Rabu 17 Mei.

Hayden, juara MotoGP 2006, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Maurizio Bufalini di Cesena, dikabarkan masih alam konisi kritis. Buruknya kondisi sang pembalap, membuat tindakan operasi belum dapat dilakukan. Hayden dikabarkan menderita cedera parah di kepala dan dadanya.

Baca: Ditabrak Mobil, Mantan Juara Dunia MotoGP, Nicky Hayden, Luka Parah  

"Kondisi klinis Nicky Hayden masih dalam status sangat kritis. Dia saat ini dirawat di Rumah Sakit Bufalini di Cesena, dan ditempatkan dalam unit perawatan intensif. Hayden menderita cedera di berbagai tempat di tubuh, terutama yang terparah adalah kerusakan otak. Tindakan selanjutnya masih belum dapat ditentukan kapan akan dilakukan," bunyi pernyataan resmi dari Rumah Sakit Maurizio Bufalini.

Baca: Kecelakaan MotoGP, Kata Para Pembalap Tentang Nicky Hayden  



Hayden, 35 tahun, sedang bersepeda dengan 14 rekannya di jalan di Rimini ketika sebuah mobil Peugeot menabraknya. Saat tertabrak, tubuh mantan pembalap MotoGP itu terpental dan jatuh di atas mobil hingga memecahkan kaca bagian depan.




Nicky Hayden.



Selepas tiak membalap di MotoGP, Hayden beralih ke Superbike. Hayden berada di Italia setelah menjalani seri kelima balapan World Superbike (WSBK) di Autodromo Enzo e Dino Ferrari, Imola, 13-14 Mei 2017. Pada balapan pertama, dia gagal finis. Pada balapan kedua, dia finis di urutan ke-12.



EXPRESS | DON

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan