Selasa, 22 Agustus 2017

Tontowi / Liliyana Berhasil Menjuarai Indonesia Open 2017

Minggu, 18 Juni 2017 | 21:37 WIB
Pemain bulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berpose seusai memenangkan pertandingan melawan pemain bulu tangkis Malaysia, Chan Peng Soon/Yen Wei Peck pada babak Semifinal Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan, 16 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Pemain bulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berpose seusai memenangkan pertandingan melawan pemain bulu tangkis Malaysia, Chan Peng Soon/Yen Wei Peck pada babak Semifinal Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan, 16 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto.

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda campuran nasional, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berhasil menjuarai Indonesia Open 2017. Keduanya menekuk unggulan pertama asal Cina, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dalam laga final di Jakarta Convention Center, Ahad, 18 Juni 2017.

Tontowi/Liliyana, juara Olimpiade 2016 yang menjadi unggulan keenam, menang dengan skor 22-20, 21-15 setelah melewati pertandingan selama 45 menit.

Gelar yang diraih Tontowi/Liliyana menjadi satu-satunya diraih Indonesia di kejuaraan super series kali ini. Wakil Indonesia lainnya sudah kandas di babak sebelumnya, termasuk dua pasangan ganda yang kalah di babak semifinal.

Berikut daftar juara Indonesia Open di nomor lainnya:

- Tunggal putra: Kidambi Srikanth (India) mengalahkan Kazumasa Sakai (Jepang); 21-11, 21-19.


- Tunggal putri: Sayaka Sato (Jepang) mengalahkan Sung Ji Hyun (Korea Selatan): 21-13, 17-21, 21-14.

- Ganda putra: Li Junhui/Liu Yuchen (Cina) mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark): 21-19, 19-21, 21-18.

- Ganda putri: Chen Qingchen/Jia Yifan (Cina) mengalahkan Chang Ye Na/Lee So Hee (Korea): 21-19, 15-21, 21-10.

PBSI | NS   


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?