Minggu, 24 Juni 2018

Mau Dibubarkan, Satlak Prima Minta Program Ini Bisa Diselamatkan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet SEA Games 2017 dikukuhkan di Wisma Kemenpora, Rabu, 2 Agustus 2017. Tempo/Avit Hidayat

    Atlet SEA Games 2017 dikukuhkan di Wisma Kemenpora, Rabu, 2 Agustus 2017. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga masih menggodok wacana pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto mengatakan pihaknya siap jika memang mau dibubarkan.

    Meski begitu, ia meminta high performance program yang dimiliki Satlak Prima bisa tetap berjalan. "Kami dua tahun sudah punya programnya, formatnya. Kami punya formulanya soal high performance program ini. Kalau ini dihilangkan, kerja selama dua tahun ini hilang," kata Sutjipto saat ditemui di kantornya. 

    Selama dua tahun itu pula, Sutjipto mengatakan, para ahli dari berbagai bidang dikumpulkan Satlak Prima. Ia menyebut mereka telah banyak membantu para atlet berprestasi mencapai performa terbaiknya. 

    Jika Satlak Prima resmi dibubarkan, Sutjipto mengatakan kemungkinan besar high performance program ini dialihkan langsung ke pengurus besar (PB) tiap cabang olahraga. 

    "Masing-masing PB akan punya unit pelatihan high performance sendiri. Mereka buat self-assessment, menyusun programnya, kemudian diserahkan untuk mendapat dukungan birokrasi," kata Sutjipto. 

    Dia mengatakan tidak menjadi masalah jika Satlak Prima dibubarkan, asalkan tak ada lembaga lain yang justru mengambil alih perannya. "Kalau begitu, sama saja nanti. Nalar saya begitu," ucapnya. 

    Pembubaran Satlak Prima ini masih dalam proses. Wacana ini mencuat setelah Dewan Pembina Asian Games 2018 Jakarta-Palembang Jusuf Kalla meminta ada pemotongan birokrasi agar kebutuhan atlet cepat terpenuhi.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.