KONI Berikan Penghargaan Kepada Insan Olahraga Indonesia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Indonesia Triyaningsih melakukan selebrasi dengan membawa bendera merah putih seusai menyelesaikan nomor lari 10.000 meter putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Pelari Indonesia Triyaningsih melakukan selebrasi dengan membawa bendera merah putih seusai menyelesaikan nomor lari 10.000 meter putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memberikan penghargaan kepada insan olahraga Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia di kompetisi olahraga internasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 30 Oktober 2017.

    Anugerah ini digelar tidak hanya untuk mengapresiasi insan olahraga, tapi juga merangsang anak bangsa dapat berprestasi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

    Selain itu, penghargaan yang diberikan KONI berkaitan dengan pembangunan karakter serta demi persatuan dan kesatuan bangsa.

    Ada empat kategori penghargaan yang diberikan kepada para insan olahraga berprestasi tersebut, yakni kategori atlet muda, atlet lansia, pembina, dan pelatih. Atlet yang mendapat penghargaan KONI 2017 adalah Triyaningsih, Dedeh Erawati (atletik), I Gede Siman Sudartawa (renang), Rifda Irfanaluthfi (senam), dan Diananda Choirunisa (panahan).

    Untuk kategori atlet lansia diberikan kepada Darmiyanto. Sedangkan Bambang Hartono terpilih sebagai pembina terbaik. Adapun penghargaan untuk pelatih terbaik diberikan kepada Albert C. Sutanto.

    Menurut Triyaningsih, penghargaan KONI ini dapat memotivasi para atlet agar dapat tampil bagus di masa yang akan datang. "Dukungan seperti ini memotivasi kami terus berjuang pada masa yang akan datang," katanya.

    RAMADHAN L.Q.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.