Selasa, 20 Februari 2018

Reuni, Hendra / Ahsan Capai Final Kejurnas Bulu Tangkis

Reporter:

Tempo.co

Editor:

Nurdin Saleh

Sabtu, 2 Desember 2017 07:13 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reuni, Hendra / Ahsan Capai Final Kejurnas Bulu Tangkis

    Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan. ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Jakarta - Reuni peraih gelar juara dunia 2013 dan 2015, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, belangsung manis di Kejuaraan Bulu Tangkis Nasional (Kejurnas). Keduanya melaju hingga babak final.

    Kehadiran mantan pasangan ganda terbaik Indonesia itu menjadi daya tarik sendiri bagi pecinta bulu tangkis di Pangkalpinang. Laga mereka selalu dinanti penonton yang hadir di GOR Sahabudin.

    Aksi Hendra / Ahsan di semifinal, Jumat malam, mengundang decak kagum para penonton. Berjumpa dengan Lukhi Apri Nugroho/Tedi Supriadi, Ahsan/Hendra berhasil terus unggul sejak pertandingan dimulai. Mereka menang dengan 21-10 dan 21-16 atas wakil Jawa Tengah/Jawa Barat tersebut.

    Ahsan mengatakan kunci kemenangan mereka adalah tampil menekan dari awal. "Jangan memberikan kesempatan sedikit pun pada lawan untuk bisa menyerang,” kata dia.

    Hendra menilai, laga semifinal terasa lebih enteng dari sebelumnya. "Mungkin hari ini kami lebih siap dan lebih fokus,” kata pemain yang belakangan berpasangan dengan pemain Malaysia itu.

    Di final Sabtu ini, Hendra / Ahsan akan berjumpa dengan pemain junior dari Pelatnas, Frengky Wijaya Putra/Sabar Karyaman Gutama, yang lolos dengan menaklukan lawannya sesame Pelatnas, Calvin Kristanto/Giovani Dicky Oktavan.

    Di partai puncak kejuaraan bulu tangkis hari ini, Hendra berharap juniornya itu bisa bermain lepas. “Untuk besok saya harap meskipun mereka jauh lebih muda dari kami, tetapi kami harap mereka harus bisa bermain lepas jangan sungkan melawan kami. Dan pastinya kami pun akan bermain fight di pertandingan besok,” kata dia.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2018, Ada 8 Provinsi Rawan Politik Identitas

    Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja, mengatakan ada 8 provinsi penyelenggara Pilkada 2018 yang dianggap rawan politik identitas.