Minggu, 23 September 2018

Setelah 4 Tahun Bersama, Maria Sharapova Tinggalkan Groeneveld

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Rusia, Maria Sharapova,  saat melakukan latihan jelang turnamen Australia Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 11, Januari 2018. REUTERS/David Gray

    Petenis Rusia, Maria Sharapova, saat melakukan latihan jelang turnamen Australia Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 11, Januari 2018. REUTERS/David Gray

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis putri dari Rusia, Maria Sharapova, memutuskan kerja samanya dengan Sven Groeneveld asal Belanda, yang telah melatihnya selama empat tahun.

    Groeneveld mengawali kerja samanya dengan  Sharapova dalam tahun 2014 dan menolong petenis Rusia itu menjuarai Grand Slam Prancis Terbuka pada musim itu.

    Pasangan penis dan pelatihnya tersebut tetap kompak ketika Sharapova kena hukuman larangan bertanding selama 15 bulan karena petenis itu menggunakan obat terlarang, meldonium, dalam tahun 2016.

    Tapi, petenis putri Rusia berusia 30 tahun itu kemudian hanya bisa memenangi lima pertandingan dalam tahun 2018 ini dan baru saja kalah pada babak pertama turnamen di Indian Wells, Amerika Serikat, pekan ini.

    Sharapova mengatakan mereka telah menikmati masa empat tahun yang sukses dan penuh tantangan.

    “Meski kami sudah sepakat untuk berpisah saat ini, saya sangat beruntung memiliki seorang pemimpin tim seperti dia dalam pihakku untuk empat tahun yang sudah berlalu,” kata mantan petenis nomor satu dunia itu.

    Pelatih asal Belanda tersebut sebelumnya menangani sejumlah petenis putri dan putra ternama, termasuk Monica Seles, Arantxa Sanchez Vicario, Ana Ivanovic, Caroline Wozniacki, dan pemain putra Inggris, Greg Rusedski.

    "Maria adalah salah satu pemain yang paling profesional dan paling bekerja keras yang pernah saya tangani. Saya menghormati,” kata Sven Groeneveld.

    BBC | TENNIS ESPN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.