Selasa, 11 Desember 2018

Selama Dalam Tahanan, Setya Novanto Berolahraga Tenis Meja

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto setelah menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 20 Februari 2018. Setya Novanto kembali diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengadaan e-KTP untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto setelah menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 20 Februari 2018. Setya Novanto kembali diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengadaan e-KTP untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto menjaga kebugarannya dengan berolahraga selama di penjara. Olahraga yang dilakukan Setya adalah tenis meja.

    Menurut Setya, perihal aktivitas olahraga sering ditanyakan anak bungsunya, Giovano Farell, yang berusia 11 tahun. Farell sering menanyakan apakah selama di penjara, sang ayah masih bisa melakoni olahraga kegemarannya, tenis.

    Baca: Kiprah Setya Novanto di Olahraga, Pernah Terkait Kasus Suap PON

    “Saya bilang di sini adanya tenis meja. Karena dia tahu saya senang olahraga, jadi dia tanyakan,” kata Setya, Senin, 12 Maret 2018.

    Sebelum menjadi Ketua DPR dan akhirnya tersangkut kasus korupsi e-KTP, Setya memang dikenal dekat dengan kalangan olahraga. Pria kelahiran Surabaya itu lama berkecimpung di dalam organisasi olahraga.

    Baca: 4 Tahun Pimpin Pertina, Setya Novanto Sekali Gelar Piala Presiden

    Beberapa jabatan olahraga yang pernah dipegang Setya Novanto antara lain bendahara KONI Pusat, bendahara tim Olimpiade Indonesia, serta yang terakhir Ketua Umum PP Pertina.

    ALFAN HILMI | DON


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.