Senin, 23 Juli 2018

Diananda dan Riau Ega Rebut Perunggu Kejuaraan Dunia Panahan 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panahan Indonesia Riau Ega Agata (kanan) membidik sasaran disaksikan Diananda Choirunisa saat bertanding melawan tim Taiwan Chia-Mao Peng dan Chun-Heng Wei dalam final recurve tim campuran pada ajang 18th Asian Games Invitation Tournament di Lapangan Panahan Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/2). ANTARA/Hafidz Mubarak

    Atlet panahan Indonesia Riau Ega Agata (kanan) membidik sasaran disaksikan Diananda Choirunisa saat bertanding melawan tim Taiwan Chia-Mao Peng dan Chun-Heng Wei dalam final recurve tim campuran pada ajang 18th Asian Games Invitation Tournament di Lapangan Panahan Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/2). ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Panahan 2018 (Shanghai 2018 Archery World Cup) yang digelar di Shanghai, Cina, pada 23-29 April. Medali tersebut direbut Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata dari nomor recurve beregu campuran.

    Diananda dan Ega berhasil mengalahkan ganda campuran Amerika Serikat, Brady Ellison dan Khatuna Lorig, dengan skor 6-0. Demikian keterangan Konsulat Jenderal RI di Shanghai kepada Antara di Xiamen, Senin.

    Sebelum menggondol perunggu, Diananda-Ega menyudahi perlawanan dua pasangan campuran lainnya dari Italia dan Prancis, masing-masing dengan skor 5-1 dan 6-2.

    Namun, sayangnya langkah Diananda-Ega terhenti di babak semifinal setelah ditaklukkan tim terkuat dunia, Korea Selatan.

    Pada kejuaraan dunia tersebut, Indonesia mengirimkan 14 atlet panahan yang selama ini juga dipersiapkan untuk ajang Asian Games XVIII/2018 di Jakarta dan Palembang.

    "Satu medali perunggu yang diraih atlet Indonesia cukup membanggakan karena kejuaraan dunia ini diikuti 300 atlet dari 46 negara," kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Siti Nugraheni Mauludiah.

    Korea Selatan tampil sebagai juara umum dalam kejuaraan dunia panahan tersebut dengan meraih tiga medali emas dan dua perak. Sedangkan tuan rumah Cina hanya meraih satu medali perunggu sama dengan prestasi yang dicatat oleh Indonesia.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.