Balap Sepeda Tour de Banyuwangi Ijen, Pembalap Tempuh 599 Km

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pembalap beradu cepat di lomba balap sepeda International Tour De Banyuwangi Ijen (ITDBI) saat melintas di Tegalsari, Jatim, 17 Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Puluhan pembalap beradu cepat di lomba balap sepeda International Tour De Banyuwangi Ijen (ITDBI) saat melintas di Tegalsari, Jatim, 17 Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Banyuwangi - International Tour De Banyuwangi Ijen akan dilaksanakan pada 26-29 September 2018 mendatang. Kompetisi balap sepeda kategori 2.2 ini akan digelar dalam empat etape dengan total lintasan sepanjang 599 kilometer. Dipastikan para pembalap 19 tim dari 25 negara akan menghadapi rute yang menarik sekaligus menantang.

    Baca: Ada 22 Negara yang Ikut dalam Tour de Banyuwangi Ijen 2018

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan dengan lintasan sepanjang 599 kilometer ini, para pembalap akan menyusuri panorama elok Bumi Blambangan hingga berpacu menaklukkan tantangan ekstrim tanjakan Gunung Ijen. Semua rute tersaji lengkap, mulai pedesaan, perkebunan, pegunungan, hingga pantai.

    “Melewati berbagai kawasan indah yang bervariasi, para pembalap juga akan ditunjukkan keramahan warga. Ini sesuai dengan konsep sport tourism ITdBI, di mana ajang olahraga berpadu dengan strategi pengembangan pariwisata," ujar Anas melalui rilis yang diterima Tempo.

    ITdBI 2018 diikuti sebanyak 19 tim. Mereka terdiri atas 15 tim luar negeri, termasuk Continental Team yang merupakan divisi tiga balap sepeda dunia, dan 4 tim dalam negeri. Tim Continental yang akan berkompetisi di ajang ini di antaranya adalah Kinan Cycling Team (Jepang), Terengganu Cycling Team (Malaysia), Ningxia Sports Livial (Cina). "Kinan saat ini menduduki peringkat satu Asia Tour," kata Anas.

    Anas menambahkan setiap etape para pembalap akan mengawali lintasannya dari garis start yang berbeda. Di etape pertama, balapan akan dimulai dari Kantor Pemkab Banyuwangi, lalu etape dua di Stasiun Kalibaru Kecamatan Kalibaru, etape ketiga di RTH Maron Kecamatan Genteng, dan etape empat di Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran.

    "Kami mengupayakan titik start dan finis yang berbeda setiap tahunnya. Seperti tahun ini, kami ingin mengenalkan pembalap dua lokasi paling ujung di Banyuwangi, seperti di Sarongan dan Kalibaru. Tentunya, ada jalur baru yang bakal dilintasi pembalap," kata Anas.

    Lokasi finis untuk etape pertama berada di destinasi wisata Rowo Bayu Kecamatan Songgon. Etape dua dan tiga di depan Kantor Pemkab Banyuwangi. Etape keempat atau yang terakhir berada di kawasan Paltuding, Gunung Ijen Banyuwangi. Dikatakan Chairman ITdBI, Guntur Priambodo, perubahan lintasan etape yang dilakukan pada tahun ini bakal akan membuat perlombaan menjadi lebih seru. Salah satunya, rute tanjakan Ijen yang biasanya bakal menjadi penentu jawara diletakkan di etape terakhir.

    "Total ascend (tanjakan) pada tahun ini lebih banyak dibanding tahun kemarin, tahun ini sekitar 4.000 meter. Pembalap harus pandai atur strategi, terutama di rute tiga dan rute empat," kata Guntur. Dijelaskan Guntur, pada etape pertama (153,1 km) dari Kantor Pemkab dan finish di Rowo Bayu, Songgon, para pembalap akan langsung disuguhi rute menanjak di kawasan Sragi Songgon hingga finish di ketinggian sekitar 700 mdpl.

    "Meski etape pertama, langsung ditantang rute menanjak, tanjakannya sudah masuk kategori dua dengan panjang tanjakan 10 km lebih. Di sini kita sudah bisa melihat siapa saja yang tergolong climber. Mereka bisa langsung mencari gap waktu di sini,” kata Guntur.

    Masuk etape kedua (179,3 KM) pembalap akan melintasi rute flat. Titik start dari dari Stasiun Kalibaru dan kembali finis di Kantor Pemkab. Jika etape pertama memiliki tanjakan di akhir rute, tidak demikian halnya di etape kedua. Ini adalah etape para sprinter. "Meski flat, ini merupakan rute terpanjang, sehingga cukup menguras tenaga. Ini kesempatan bagi sprinter untuk mencuri poin," kata Guntur.

    Di etape tiga (139,4 KM), tergolong rute berat karena rutenya selain ada tanjakan pembalap juga ada rolling. Rute ini mengambil start di Genteng. "Pembalap akan mulai menanjak di kawasan Songgon, lalu rolling (naik turun). Kemudian naik lagi di daerah Pakel untuk finis di Kantor Pemkab," kata Guntur.

    Baca: 13 Tim dari 7 Negara Ramaikan Balap Sepeda Tour de Siak

    Etape empat (127,2 KM), dengan rute Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran dan finis di Paltuding, Ijen. Dari awal start, kata Guntur, para pembalap sudah akan melewati tanjakan di daerah Kandangan. Banyak rute tanjakan yang akan dilewati hingga mereka menyusuri rute kaki Gunung Ijen.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.