Jenazah Atlet Paralayang Korban Gempa Palu Disambut di Manado

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR mengevakuasi seorang korban dari reruntuhan Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Dua jenazah atlet paralayang Sulawesi Utara berhasil dievakuasi pada Senin sore dari reruntuhan Hotel Roa Roa. ANTARA

    Tim SAR mengevakuasi seorang korban dari reruntuhan Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Dua jenazah atlet paralayang Sulawesi Utara berhasil dievakuasi pada Senin sore dari reruntuhan Hotel Roa Roa. ANTARA

    TEMPO. CO, Manado- Jenazah Petra Mandagi dan Gleen Mononutu, dua atlet paralayang dan olahraga ekstrim yang tewas tertimbun material bangunan Hotel Roa-Roa akibat gempa Palu yang terjadi Jumat 28 September 2018, tiba di Kota Manado, Selasa 2 Oktober 2018.

    Diberangkatkan dari Palu dengan pesawat hercules milik TNI, kedua jenazah yang di Kota Palu untuk memeriahkan kegiatan perayaan HUT kota Palu ini, tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi sekira pukul 10.00 Wita. Jenazah disambut isak tangis dari keluarga yang memenuhi ruang VVIP Bandara.

    Gleen Mononutu sendiri adalah anak dari Sekretaris DPRD Provinsi Sulut Arnold Mononutu. Sementara Petra Mandagi berasal dari keluarga penerjun payung. Ayahnya Theo Mandagi adalah penerjun payung nasional yang meninggal di Bali saat parasutnya tidak mengembang.

    Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang menjemput jenazah di bandar udara Sam Ratulangi menyampaikan rasa kehilangannya. Menurut Olly, kedua atlet ini adalah atlet harapan Sulut dan Indonesia.

    “Keduanya ini kami proyeksikan sebagai peraih emas pada PON mendatang. Sungguh kami sangat berduka atas kehilangan ini. Atas nama masyarakat Sulut, kami ucapkan belasungkawa,“ kata Olly.

    Sementara, jenazah Petra Mandagi yang langsung dibawa di rumah kediamannya di Desa Kalasan Kabupaten Minahasa disambut ratusan orang yang berjejer di sepanjang jalan masuk ke rumahnya. Bahkan, Petra yang merupakan aktivis gereja di desa tersebut, ikut disambut oleh puluhan siswa yang berasal dari sekolah Islam di daerah tersebut.

    Para siswa dari sekolah Islam ini berjejer di jalan sembari memegang foto Petra dengan tulisan ‘Selamat Jalan Bapak Petra Mandagi'.

    “Ini memperlihatkan betapa Petra dicintai semua lapisan golongan masyarakat. Petra adalah aktivis gereja dan masyarakat yang sangat dicintai dan dihormati masyarakat Pergaulannya luas dan baik bagi semua orang. Siapa saja, “ kata Dino Gobel, staf khusus Gubernur bidang Pariwisata mengenai kedua atlet paralayang yang meninggal akibat gempa Palu itu.

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.