Selasa, 11 Desember 2018

Jadwal Taipei Open Sabtu: 2 Wakil PBSI Berduel Demi Tiket Final

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bulu tangkis Indonesia, Ronald Alexander/Annisa Saufika. (badminton-indonesia.org)

    Pasangan bulu tangkis Indonesia, Ronald Alexander/Annisa Saufika. (badminton-indonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua wakil ganda campuran Indonesia akan saling berhadapan untuk berebut tiket final bulu tangkis Taipei Open 2018. Mereka adalah Ronald Alexander/Annisa Saufika yang akan berduel dengan rekan sepelatnas, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, di Taipei Arena, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Keduanya menjadi wakil Indonesia tersisa di babak semifinal, setelah tiga andalan Indonesia lainnya kandas dalam pertandingan Jumat. Pada babak perempat final, Ronald/Annisa memetik kemenangan atas unggulan ketujuh, Kohei Gondo/Ayane Kurihara (Jepang), dengan skor 21-12. 21-19. Sedangkan Alfian/Annisa yang merupakan unggulan kedelapan, menaklukkan Po Li-Wei/Chang Ching Hui (Taiwan), dengan skor 21-17, 21-17.

    Ronald senang bisa melewati ujian berat dan lolos ke empat besar. "Ayane adalah pemain yang cukup berpengalaman di ganda campuran, walaupun sekarang dia bersama pasangan baru, penampilannya masih bagus. Dia kan pernah menjadi pemain top bersama pasangannya yang lama (Kenta Kazuno)," kata dia seperti termuat dalam laman resmi PBSI.

    Menghadapi teman sendiri di semifinal, Ronald/Annisa akan mecoba bermain di pola mereka yaitu pola menyerang. "Kami harus main di pola kami, pola menyerang. Selain itu fokusnya juga harus dijaga, dan komunikasi sama pasangan harus berjalan. Ketahanan di lapangan pun harus ditingkatkan terus," kata Ronald.

    Sementara itu, tiga wakil Indonesia yang mesti angkat koper di babak perempat final Taipei Open ini adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Fitriani.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.