French Open 2018: Fitriani Dihentikan Unggulan Ketujuh

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulu tangkis Indonesia, Fitriani, berusaha mengembalikan kok ke arah lawannya, Nozomi Okuhara, dalam semifinal bulu tangkis Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. TEMPO/Amston Probel.

    Pemain bulu tangkis Indonesia, Fitriani, berusaha mengembalikan kok ke arah lawannya, Nozomi Okuhara, dalam semifinal bulu tangkis Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018. TEMPO/Amston Probel.

    TEMPO.CO, Jakarta - Fitriani harus mengakui keunggulan He Bingjiao, unggulan ketujuh asal Cina,  pada babak pertama French Open 2018, Selasa 23 Oktober. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Fitriani kalah melawan He dengan skor 17-21, 19-21.

    Baca: Prancis Terbuka: Rizki/Ketut Singkirkan Unggulan Ganda Putri

    Fitriani sempat memimpin perolehan skor di awal permainan hingga 10-6 pada game pertama. Ia membuat pergerakan He tak leluasa, hingga He mesti berjuang untuk mengembalikan bola. Pada keadaan genting 18-19 pada game kedua, Fitriani pun tak dapat memanfaatkan kesempatan.

    "Saya terlalu terburu-buru di akhir permainan, ini membuat saya banyak membuang kesempatan dan lawan meraih banyak poin. Saya cukup kewalahan dengan pengembalian-pengembaliannya yang mengagetkan," kata Fitriani seusai pertandingan.

    "Saya harus lebih agresif dan lebih ulet lagi di lapangan, harus banyak perbaikan dari segi teknik dan non teknik," Fitriani menambahkan kepada badmintonindonesia.org.

    Baca: Prancis Terbuka: Anthony Sinisuka Ginting Langsung Tersingkir

    Usai mengikuti French Open, Fitriani akan turun di turnamen SaarLorLux Open 2018 yang merupakan turnamen level super 100.

    BADMINTONINDONESIA.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.