Selasa, 13 November 2018

Pelajaran yang Didapat Bek Persib Indra Mustafa dari Timnas U-19

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain timnas Indonesia U-19 mengikuti latihan di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018. ANTARA

    Para pemain timnas Indonesia U-19 mengikuti latihan di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Bek muda Persib Bandung Indra Mustafa mengaku mendapatkan pengalaman berharga saat membela Timnas U-19 Indonesia di ajang Piala AFC U-19. "Pengalaman luar biasa dan berharga bagi saya karena bisa membela negara," kata Indra di Bandung, Senin, 5 November 2018.

    Indra melanjutkan, "Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada coach terus dukungan senior juga sehingga saya dipanggil Timnas dan bertahan di sana, meski secara hasil kurang memuaskan."

    Di bawah arahan Indra Sjafri, bek tengah Persib itu tampil cukup baik dan beberapa kali menjadi pemain inti skuad Garuda Muda. Namun, ia gagal membantu Timnas U-19 lolos ke ke Piala Dunia U-20 karena ditekuk Jepang 0-2 dalam partai perempat final.

    Indra mendapat pengalaman lain ketimbang yang didapat di Persib. "Ya berbeda-beda ya pengalaman, baik di tim (Persib) dan di timnas, karena pelatihnya juga beda. Kita pun dapat ilmu baru dari coach Indra kemudian diterapkan yang lebih baik di timnas dan dibawa ke sini," kata dia.

    Setelah tugas di Timans U-19 usai, Indra senang bisa kembali lagi memperkuat Maung Bandung--julukan Persib. Pemain kelahiran Bogoritu mengatakan sudah kangen dengan suasana kota Bandung disamping bisa bermain dengan rekan lainnya di skuad Persib.

    "Luar biasa sih, udah kangen, apalagi suasana Bandung yang dikangenin sih suasana, kemarin kan di Jakarta panas dan di Bandung lagi jadi ademnya luar biasa," ujar pemain 19 tahun ini.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.