Fuzhou China Open: Ditekuk Shi Yuqi, Anthony Ginting Terhenti

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting. ANTARA/INASGOC/Nafielah Mahmudah

    Pebulu tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting. ANTARA/INASGOC/Nafielah Mahmudah

    TEMPO.CO, Jakarta - Langkah Anthony Sinisuka Ginting terhenti di babak perempat final turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open 2018. Ia kalah dalam pertandingan Jumat, menyusul tiga wakil Indonesia lain yang sudah lebih dahulu tersingkir.

    Anthony, yang menempati ranking 7, sempat memberikan perlawanan ketat saat menghadapi Shi Yuqi, ranking dua dunia asal Cina. Ia merebut game pertama, tapi kedodoran di dua gam berikutnya. Setelah bertarung selama 1 jam 2 menit, ia pun takluk 21-16, 14-21, 14-21.

    Baca: Kandas di China Open, Ini Rapor Tontowi / Liliyana pada 2018

    Hasil ini memastikan dominasi Shi Yuqi atas Anthony belum tergoyahkan. Ini jadi pertemuan keempat di antara mereka dan Anthony terus kalah.

    Anthony menjadi wakil Indonesia keempat yang kandas di babak perempat final. Sebelumnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianto, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga terhenti.

    Tontowi/Liliyana takluk dari pasangan Cina, He Jiting/Du Yue, dengan skor 21-18, 21-19. Praveen/Melati menyerah dari unggulan kedua asal Cina, Wang Yilyu/Huang Dong Ping, dengan skor 21-8. 16-21, 14-21. Adapun Gresysia/Apriyani takluk dari wakil Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan, 17-21, 21-17, 18-21.

    Baca: Fuzhou China Open: 3 Wakil Indonesia Kalah di Perempat Final

    Masih ada dua wakil Indonesia lain yang menanti giliran bertanding di babak perempat final China Open 2018 ini. Mereka adalah:
    - Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo (1) vs Kim Astruo/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark/6).
    - Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India).

    TOURNAMENT SOFTWARE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.