Indonesia Raih Satu Gelar di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. (badmintonindonesia.org)

    Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia meraih satu gelar dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior atau BWF World Junior Championships 2018. Pasangan ganda campuran, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, menjadi yang terbaik dengan mengalahkan rekannya sesama Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti dalam final di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada, Ahad waktu setempat.

    Leo/Indah menang cukup mudah dalam 31 menit, dengan skor 21-15 dan 21-9. “Rasanya nggak nyangka. Nggak percaya bisa menang. Kami senang sekali dan bersyukur atas hasil ini, karena melebihi target kami," kata Indah.

    Ia melanjutkan, "Kami pikir akan cukup sulit menghadapi pertandingan hari ini. Karena Rehan/Fadia merupakan pemain yang bagus dan pengalamannya lebih dari kami. Tapi mereka seperti tertekan karena mungkin unggulan, terakhir di junior dan ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Sementara kami main lepas saja. Nggak mikir apa-apa. Bahkan tidak berpikir bisa juara.”

    Leo menyatakan ia dan pasangannya bisa bermain lepas di laga itu. “Untuk permainan kami normal saja. Kelebihan kami cuma bermain lepas aja, nggak ada beban sama sekali,” kata dia.

    Leo/Indah tampil cukup baik dan agresif di lapangan. Mereka terus memberikan serangan kepada Rehan/Fadia dan minim melakukan kesalahan sendiri.

    Di atas kertas, hasil Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior ini menjadi sebuah kejutan. Sebab Rehan/Fadia lebih difavoritkan sebagai unggulan dua. Rehan/Fadia juga merupakan runner up BWF World Junior Championships 2017. “Medali ini kami persembahkan untuk klub kami Djarum, keluarga, pelatih dan semua masyarakat Indonesia,” kata Indah.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.