Bulu Tangkis: Indonesia Loloskan 6 Wakil ke BWF World Tour Finals

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. TEMPO/Amston Probel

    Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Enam wakil dari Indonesia dipastikan akan berlaga di turnamen bulu tangkis BWF World Tour Finals 2018. Turnamen tersebut merupakan puncak dari 25 kejuaraan yang berlangsung sepanjang 2018, mulai dari BWF World Tour Super 100 hingga 1000.

    Mengutip situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) enam wakil yang bakal bertanding nanti terdiri dari tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Mereka adalah Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra).

    Lalu pasangan ganda putra peringkat nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Kemudian ada Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Terakhir, pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

    Mohammad Ahsan bersyukur bisa menembus turnamen BWF World Tour Final. Ia mengatakan persaingan bakal berjalan ketat karena turnamen itu diramaikan oleh para pemain terbaik. "Semoga kami bisa mendapat hasil yang terbaik di world tour final," kata Ahsan, seperti dikutip Badmintonindonesia.org, Jumat, 23 November 2018.

    Turnamen BWF World Tour Finals akan digelar di Guangzhou, Cina pada 12-16 Desember 2018. Tidak semua pemain bisa tampil di turnamen itu. BWF World hanya bisa diikuti oleh mereka yang masuk peringkat delapan besar dunia. Penghitungan poin bagi peserta dilakukan sejak awal tahun 2018, mulai dari Thailand Masters pada Januari hingga turnamen Syed Modi International Badminton Championships yang saat ini masih berlangsung.

    BWF World Tour Finals menawarkan jumlah poin yang tinggi bagi para pemenang, yakni 12.000 poin. Tak hanya itu, hadiah yang ditawarkan pun juga cukup besar mencapai US$ 1,5 juta.

    BADMINTON INDONESIA | ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.