Proliga 2019: Tim Debutan Jakarta Garuda Sulitkan Pertamina

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertandingan voli Proliga 2019. (PB PBVSI)

    Ilustrasi pertandingan voli Proliga 2019. (PB PBVSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim debutan Jakarta Garuda nyaris mempermalukan tuan rumah Jakarta Pertamina Energi pada laga pamungkas hari kedua Proliga 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu. Jakarta Pertamina Energi harus bersusah payah sebelum menang 3-2 (25-20, 23-25, 20-25, 25-12, 16-14).

    Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Jakarta Pertamina Energi sebagai tuan rumah pun langsung menyerang pertahanan lawan. Jakarta Garuda terus memberi perlawanan dan mengejar ketertinggalan, namun akhirnya menyerah 20-25.

    Memasuki set kedua pemain-pemain Jakarta Garuda yang baru melakukan debutnya di Proliga 2019 itupun tak lengah dan terus mengejar poin. Mereka akhirnya mampu membuat kejutan dengan mengamankan set kedua dan ketiga 25-23, 25-20.

    Memasuki babak penentu pertandingan berlangsung cukup sengit, Jakarta Garuda berhasil memimpin dan menekan lawan. Namun hal itu tak bertahan lama, permainan buru-buru mereka manfaatkan dengan baik oleh Jakarta Pertamina Energi sehingga mampu menyelesaikan permainan dan menang 16-14.

    Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Putut Marhaento, mengakui permainan yang luar biasa dari para pemain muda tersebut. “Lawan tampil luar biasa, jadi karena memang anak muda mereka tampil luar biasa dengan semangat yang tinggi. Dan defense mereka pun bagus, makanya main lawan mereka harus sabar, kalau tidak sabar ikut terbawa emosi,” ujar dia, seperti termuat dalam rilis.

    Putut menyatakan, timnya masih buta kekuatan lawan. “Pertandingan selanjutnya mudah-mudahan mereka bisa bermain dengan bagus, target kita pasti tetap ingin menang dan juara, cuma jalan masih panjang,” kata dia.

    Sementara Pelatih Jakarta Garuda, Eko Waluyo, mengatakan memang di set kedua dan ketiga mampu memimpin dan malah sempet percaya diri untuk menang. Namun di set keempat memang kondisi anak asuhnya menurun. Meski kalah tim Garuda berhasil mengamankan satu poin.

    “Set keempat, kondisinya agak turun, dan mereka menurunkan tempo sendiri. Mereka juga bilang yakin menang, padahal pertandingan belum selesai, itu yang salah dan sehatunya mereka menekan terus jangan sampai turun. Mereka pikir sudah unggul 2-1 bisa, tapi kan nggak bisa, jadi tadi set keempat saya banyak ganti pemain, set kelima tadi sayang kalah,” kata dia.

    Eko Waluyo menilai dalam laga perdana Proliga itu timnya masih menujukkan kelemahan. “Dalam penyelesaian saja mereka masih buru-buru, kurang ketenangan saja. Dan untuk itu kan bisa dikembangkan dari pengalaman, semoga dipertandingan selanjutnya mereka bisa lebih baik.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.