Ini Pemain-Pemain yang Dibidik Bhayangkara FC untuk Liga 1 2019

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persela Lamongan, Saddil Ramdani (kanan), saat berlaga dalam sebuah pertandingan. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pemain Persela Lamongan, Saddil Ramdani (kanan), saat berlaga dalam sebuah pertandingan. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer klub Bhayangkara FC AKBP Sumardji mengatakan, gelandang tim nasional sepak bola Indonesia yang kini merumput di Persela Lamongan Saddil Ramdani merapat ke skuadnya dalam Liga 1 2019.

    "Saddil ini anak yang baik. Kalau dia baik dan berprestasi, tentu tidak masalah bergabung dengan kami. Apalagi Saddil ingin menjadi anggota Polri," ujar Sumardji di Jakarta, Sabtu (8/12).

    Menurut Sumardji, keinginan Saddil untuk berkiprah di kepolisian sudah diungkapkan sejak lama.

    "Beberapa kali orang tuanya menghubungi saya terkait kemauan Saddil menjadi polisi," tutur dia.

    Dengan demikian, Bhayangkara telah mengikat dua pemain baru untuk musim 2019. Selain Saddil, Sumardji mengeklaim telah mendapatkan tanda tangan eks pesepak bola Selangor FA yang membela Bhayangkara FC  pada tahun 2017, Ilham Udin Armaiyn.

    Nama pemain lain yang disebut bisa saja bergabung dengan Bhayangkara FC adalah Evan Dimas, rekan Ilham Udin di Selangor FA pada tahun 2018. Akan tetapi Sumardji menyebut kontrak Evan masih dalam negosiasi.

    Bhayangkara FC tampaknya mempertahankan salah satu pemain seniornya yang kini berumur 38 tahun, Herman Dzumafo. Mengoleksi 11 gol dari 33 laga di Liga 1 musim 2018, Dzumafo menjadi bagian penting Bhayangkara mengunci peringkat ketiga di klasemen.

    Performa benderang Dzumafo pada musim 2018 bahkan mengejutkan pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy karena sejatinya mereka mendatangkan Dzumafo di awal musim Liga 1 2018 sebagai pemain pelapis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.