WTA Akan Lindungi Peringkat Petenis Usai Melahirkan atau Cedera

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis tunggal putri Amerika Serikat, Serena Williams mengembalikan bola saat bertanding melawan petenis asal Republik Ceko, Kristyna Pliskova dalam babak pertama Prancis Terbuka 2018, di Roland Garros, Paris, Prancis, 29 Mei 2018. REUTERS/Christian Hartmann

    Petenis tunggal putri Amerika Serikat, Serena Williams mengembalikan bola saat bertanding melawan petenis asal Republik Ceko, Kristyna Pliskova dalam babak pertama Prancis Terbuka 2018, di Roland Garros, Paris, Prancis, 29 Mei 2018. REUTERS/Christian Hartmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Mulai musim kompetisi 2019 mendatang, petenis yang usai melahirkan atau pun mengalami cedera akan mendapatkan proteksi peringkat WTA mereka.

    Seperti yang dikutip dari bbc.com, Kamis, pemain yang sudah melahirkan dan cedera, diperbolehkan menggunakan peringkat terakhir mereka untuk mengikuti sebanyak 12 turnamen selama tiga tahun.

    WTA juga menjamin bahwa petenis tersebut tidak akan menghadapi petenis unggulan di babak awal.

    Tapi ada hal-hal yang harus dipenuhi, yaitu mereka harus kembali berlaga dalam waktu mininal dua tahun setelah melahirkan, dan pada tahun berikutnya mereka bisa mengikuti delapan event dengan peringkat yang telah diproteksi, yaitu peringkat saat mereka berhenti bertanding.

    Hal yang juga berlaku bagi petenis yang sudah lama tidak bertanding karena mengalami cedera. Namun tidak perlindungan bagi mereka dari pertemuan dengan unggulan pada babak awal.

    Aturan tersebut membuat pihak panitia turnamen bisa memastikan bahwa petenis terbaik tidak langsung bertemu unggulan dan sebaliknya akan berhadapan dengan petenis dengan peringkat lebih rendah.

    Serena Williams kembali ke arena pada Februari 2018 setelah melahirkan pada 2017 dan tidak diunggulkan di Perancis Terbuka, turnamen grand slam pertama yang diikutinya setelah melahirkan. Tapi ia ditempatkan di unggulan ke-25 di Wimbledon, meski berada diluar peringkat 32 besar.

    Aturan WTA berubah setelah organisasi tenis putri tersebut mendengarkan pendapat para pemain sebelumnya.

    Petenis nomor satu dunia Simona Halep dan juara grand slam lima kali Maria Sharapova menyatakan dukungan terhadap Williams.

    Pihak WTA juga memberikan penjelasan soal aturan yang membuat Williams bisa mengenakan pakaian warna hitam ketat, yang menarik banyak perhatian di Perancsis Terbuka 2018.

    Williams beralasan bahwa ia mempersembahkan pakaian tersebut untuk menghormati ibunya dan pakaian tersebut membuatnya merasa seperti "ratu dari Wakanda", seperti yang terdapat dalam film Black Panther.

    "Legging dan celana pendek ketat sampai tengah sebatas paha bisa dipakai, dengan atau tanpa rok atau dress," demikian bunyi aturan tersebut.

    Tapi Williams dipastikan tidak akan bisa menggunakan pakaian tersebut di Roland Garros tahun depan, jika presiden Federasi Tenis Perancis, Bernard Giudicelli menerapkan aturannya.

    Giudicelli berjanji akan menerapkan aturan lebih ketat soal pakaian dan mengatakan bahwa pakaian seperti yang digunakan Serena Williams tidak diperkenankan di Tenis Grand Slam Prancis Terbuka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.