Stadion Brawijaya Hangus Terbakar, Babak 8 Besar di Kediri Dicabut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kediri:Menjelang 15 menit terakhir babak kedua, pertandingan putaran babak 8 besar Liga Indonesia antara Persiwa Wamena melawan Arema Malang akhirnya dihentikan, Rabu (16/1) malam. Penghentian itu dilakukan karena terjadi kerusuhan yang berbuntut pada aksi pembakaran dan pengrusakan fasilitas Stadion Brawijaya yang dilakukan oleh Aremania, supporter pendukung Arema. Akibat insiden itu, pihak Eksekutif Komite (Exco) PSSI memutuskan untuk mencabut pelaksanaan putaran babak 8 besar grup A (wilayah timur di Kediri). "Kami baru saja mendapat telepon dari Iwan Budianto selaku anggota Exco PSSI dan menyatakan bahwa pelaksanaan babak 8 besar di Kediri dicabut dan belum ditentukan lokasi penggantinya," kata Bambang Sumaryono, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik selaku tuan rumah penyelenggara, Rabu (16/1) malam, di tengah-tengah asap tebal yang mengepul di seluruh penjuru stadion. Menurut Bambang, perintah pencabutan tempat pelaksanan itu juga atas persetujuan Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Djoko Driyono. Selanjutnya segala keputusan menyangkut terjadinya kerusuhan akan diambil alih langsung oleh PSSI. Dijadwalkan pada pukul 02.00 dinihari nanti, akan digelar pertemuan seluruh manajer kontestan babak 8 besar grup A dan dipimpin langsung oleh Djoko Driyono. Bambang tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut karena dia berusaha lari menyelamatkan diri dari amuk massa yang berlangsung sekitar 15 menit namun berdampak sangat fatal bagi kondisi Stadion Brawijaya. Dari pantuan Tempo, aksi anarkis mulai terjadi ketika tiga gol yang diciptakan pemain Aremania dianulir wasit Jajat Sudrajat karena dianggap offside dan handsball. Ketiga gol yang dianulir itu diciptakan oleh Patricia Morales (2 gol) dan Emir Mbamba (1 gol). Saat gol kedua Patricio dianulir, Aremania langsung merangsek mendekati pagar pengaman lapangan dan melempari asisten wasit Yuli Surato dengan batu hingga jatuh tersungkur. Akibat peristiwa itu pertandingan dihentikan sekitar 15 menit lebih. Setelah negosiasi, pertandingan dilanjutkan dan asisten wasit Yuli yang bersimbah darah digantikan asisten wasit Suhaidi Yunus. Pada menit 52 gol yang diciptakan Emir Mbamba kembali dianulir wasit sehingga membuat situasi menjadi semakin keruh. Namun selain tiga gol yang dianulir itu, wasit memutuskan sah terciptakan 2 gol Persiwa (dicetak Mariano Oscar dan Peter) dan satu gol Arema yang diciptakan Emir Mbamba. Sehingga kedudukan menjadi 2-1 untuk kemenangan Persiwa. Puncak ketegangan terjadi 15 menit sebelum berakhirnya babak kedua. Tiba-tiba salah seorang supporter Arema merangsek masuk ke tengah-tengah lapangan dan memukul salah seorang asisten wasit hinga tersungkur. Saat melakukan pemukulan suporter tersebut sambil menggendong boneka singa (mascot Arema). Aksi itu membuat ratusan aparat keamanan mengejar pelaku, namun kewalahan karena jumlah Aremania yang masuk ke lapangan semakin banyak. Tak lama setelah peristiwa itu, sejumlah pemain Arema melakukan protes ke panitia penyelenggara. Pada saat mereka sedang beradu debat dengan panitia, tanpa diduga ribuan anggota Aremania membakar semua spanduk dan papan iklan di seluruh lapangan. Selain itu semua pagar pembatas lapangan juga dihancurkan. Bahkan gawang gol juga dibakar. Hingga kini api masih menyala. Sambil melakukan pembakaran, mereka terus bergerak keluar meninggalkan lapangan. Pada saat chaos semakin tidak terkendali, aparat kemanan langsung mengamankan seluruh wasit dan para pemain menuju ruang tim. Sementara puluhan wartawan yang sedang melakukan peliputan juga ikut cerai berai dan berusaha mengamankan diri dari hujan batu dan lemparan berbagai jenis benda yang meluncur dari segala arah. Sejumlah wartawan mengaku kehilangan kamera dan handphone. Di luar stadion, ribuan penonton beratribut warna biru (warna kebesaran Aremania) juga terus melakukan pengrusakan. Hal itu membuat ratusan aparat keamanan melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pelaku. Namun belum jelas sejauh mana tingkat kerusakan dan berapa jumlah supporter yang diamankan. Di sepanjang jalan, para pendukung tim berjuluk Singo Edan itu melakukan aksi pengrusakan dan memecahkan kaca mobil yang lewat serta melempari rumah-rumah warga. Aksi pengrusakan itu hingga kini masih berlangsung. Tentang pemicu insiden tersebut, IGK Manila dari Badan Wasit Sepakbola Indonesia menyatakan kerusuhan itu dipicu oleh sikap para official Arema yang melakukan protes ke panitia. Hal itu menyulut kemarahan para pendukung Arema yang berusaha membela tim kesayangannya. Namun tuduhan itu dibantah oleh Manajer Arema, Satrija Budi Wibowo. Menurutnya kerusuhan itu tidak akan terjadi jika panitia bisa mengamankan secara optimal keamanan lapangan sehingga tidak ada seorangpun penonton yang bisa memasuki lapangan. Tentang perilaku Aremania yang begitu beringas melakukan pambakaran dan pengruskan, menurut Satrija pelakunya bukan Aremania, melainkan oknum. Dwidjo U. Maksum

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.