Liga Indonesia Tak Terganggu Kasus Pengaturan Pertandingan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutanto Tan (kiri). (liga-indonesia.id)

    Sutanto Tan (kiri). (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan proses penyelidikan yang tengah berlangsung terhadap kasus pengaturan pertandingan (match fixing) tidak mempengaruhi persiapan kompetisi. Chief Executive Officer LIB Risha Adi Wijaya menyatakan persiapan kompetisi terus berjalan.

    Menurut dia, persiapan kompetisi seperti jadwal dan sponsorship sudah berjalan. Khusus untuk jadwal, ucapnya, sepenuhnya menjadi kewenangan pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). ""Apapun yang terjadi hari ini kami tetap mempersiapkan musim 2019," kata Risha di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

    Sebelumnya, kepolisian di bawah Satuan Tugas Antimafia Bola menahan anggota Komite Eksekutif (Exco) Johar Lin Eng. Penangkapan Johar merupakan pengembangan dari kasus pengaturan pertandingan yang terjadi di Liga 3 Indonesia. Hingga saat ini total sudah ada empat orang yang ditahan, dua lainnya ialah Priyanto dan Anik Yuni Artikasari. Menurut kepolisian keempat berstatus tersangka.

    Kendati tak mempengaruhi persiapan kompetisi, Risha menyatakan, dari sisi komersial sudah ada rekanan (partner) yang bertanya-tanya. Menurut dia, secara nilai ada dampak terhadap LIB dari kasus pengaturan pertandingan namun hal itu belum bisa diperhitungkan. "Prosesnya kan masih jalan. Kami lihat saja perkembangan ke depan seperti apa," kata Risha.

    Sementara untuk para pemegang saham, yakni para klub peserta Liga Indonesia dan PSSI, Risha menuturkan proses evaluasi sudah disampaikan kepada federasi sepak bola Indonesia. Sedangkan untuk klub atau pemegang saham lainnya akan disampaikan pada saat rapat umum pemegang saham yang dijadwalkan Maret nanti.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.