Christian Hadinata: Pengganti Liliyana Natsir Harus Bandel

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liliyana Natsir saat akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 29 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    Liliyana Natsir saat akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 29 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata angkat bicara soal keputusan pensiun pemain ganda campuran Liliyana Natsir. Ia mengatakan kepergian Liliyana menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi tim bulu tangkis Indonesia.

    Menurut dia, tidak mudah dan perlu waktu bagi pelatih untuk bisa menggantikan posisi pemain yang akrab disapa Butet itu. "Belum ada kartu As-nya (di ganda campuran). Ini jadi masalah besar," ucap Christian di Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.

    Baca: Menpora: Liliyana Natsir Lulus Tes CPNS dengan Nilai Bagus

    Pelatih Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Djarum Kudus itu menilai pasangan ganda campuran yang berada di bawah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum tampil konsisten. Oleh sebab itu, Christian menilai, pelatih ganda campuran Richard Mainaky bakal kerja keras mendorong ganda campuran lainnya agar bisa masuk dalam jajaran tim elit.

    "Sekarang Gloria (Widjaja) sudah paten dengan Hafiz (Faizal) dan Melati (Oktavianti) fokus dengan (Praveen) Jordan," kata dia.

    Liliyana Natsir memutuskan mundur dari bulu tangkis dan meninggalkan Tontowi Ahmad. Pelatih Richard lantas memilih Winny Oktavina sebagai pasangan baru Tontowi. Christian percaya Richard bisa melahirkan pemain yang memiliki kualitas seperti Liliyana.

    Baca: Ketika Liliyana Natsir Pamitan pada Presiden Jokowi

    Menurut dia, persoalan utama sulitnya mencari pengganti Liliyana ada pada karakter dan kualitas permainan. "Nomor satu cari atlet putri yang bandel dan cuek untuk pasangan Tontowi," ucapnya. Christian menilai penting bagi pengganti Liliyana untuk tidak terbebani dengan gelar yang diraih Tontowi sebelumnya.

    Lebih lanjut, turnamen All England akan menjadi ajang pembuktian bagi Tontowi/Winny. Christian menyatakan keduanya harus bisa menjejakkan kaki hingga semifinal bila ingin mengamankan tiket ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. "Dari jam terbang sih harusnya bisa," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.