Tinju Dunia: Usai Kalah TKO, Tommasone Melamar Kekasihnya di Ring

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carmine Tomassone melamar kekasihnya, Laura usai kalah TKO dalam laga tinju dunia di Frisco, Texas, Amerika Serikat, Minggu 3 Februari 2019 WIB. (news.com.au)

    Carmine Tomassone melamar kekasihnya, Laura usai kalah TKO dalam laga tinju dunia di Frisco, Texas, Amerika Serikat, Minggu 3 Februari 2019 WIB. (news.com.au)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalah TKO dalam laga tinju dunia perebutan gelar kelas bulu WBO, tak mengurangi niat Carmine Tommasone untuk memberikan kejutan bagi kekasihnya Laura.

    Tommasone melamar Laura di atas ring, yang menjadi tempat kekalahan TKO-nya dari Oscar Valdez dalam pertarungan di Frisco, Texas, Amerika Serikat pada Minggu pagi WIB.

    Petinju asal Italia tersebut terjungkal sebanyak empat kali akibat sodokan pukulan Valdez, lawan yang berasal dari Meksiko. Wasit akhirnya menghentikan laga di ronde 7 setelah Tommasone roboh untuk kali keempat.

    Saat laga berlangsung di ronde 4 Tommasone dua kali jatuh. Petinju Italia yang membela negaranya di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu jatuh dua kali lagi di ronde 7, sehingga akhirnya wasit menghentikan laga.

    Namun kekalahan tersebut tak menyurutkan niat Tommasone untuk melamar Laura di atas ring. Lamaran sang petinju dijawab “Ya” oleh sang kekasih, dan bergemuruhlah seisi arena karena adegan romantis Tommasone itu.

    Tommasone yang saat laga tinju dunia tersebut berlangsung berusia 34 tahun, menderita kekalahan pertama dalam kariernya. Saat ini rekor Tommasone adalah 19-1-0 (5 KO).

    Sementara Oscar Valdez berusia 28 tahun saat laga tinju dunia tersebut berlangsung. Valdez yang memiliki rekor Sempurna 25-0-0 (20 KO).

    USA TODAY | BOXREC


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.