Di Jakarta, Valentino Rossi Bicara Pentingnya Tes MotoGP Sepang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap MotoGP Valentino Rossi (kanan) dan Maverick Vinales duduk di atas motor YZR-M1 saat peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP Team di Jakarta, Senin 4 Februari 2019. Peluncuran tim baru dengan tema `Beast Mode On` tersebut sebagai tanda adanya kesepakatan sponsorship antara Yamaha dengan Monster Energy serta kesamaan visi untuk menghadapi musim balap 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Pebalap MotoGP Valentino Rossi (kanan) dan Maverick Vinales duduk di atas motor YZR-M1 saat peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP Team di Jakarta, Senin 4 Februari 2019. Peluncuran tim baru dengan tema `Beast Mode On` tersebut sebagai tanda adanya kesepakatan sponsorship antara Yamaha dengan Monster Energy serta kesamaan visi untuk menghadapi musim balap 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pembalap Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, menilai tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, bukan sekadar pemanasan sebelum mengarungi 19 seri balapan pada musim 2019 yang akan dibuka di Qatar, 10 Maret 2019.

    Kepada para pewarta di Jakarta, Senin, kedua pembalap itu menilai bahwa uji coba di Sepang merupakan titik krusial guna mencoba kekuatan mesin sepeda motor YZR-M1.

    Baca: Pesan Valentino Rossi buat Pembalap Muda Indonesia

    Segenap pembalap MotoGP akan melanjutkan tes pramusim di Sepang pada Rabu (6 februari), dengan harapan dapat menemukan komposisi yang tepat antara gaya berkendara dengan kecepatan dan kemampuan bermanuver pada sepeda motor.

    Valentino Rossi dan Maverick Vinales yang hadir di Jakarta guna memperkenalkan tim Monster Energy Yamaha MotoGP serta corak (livery) baru pada sepeda motor Yamaha YZR M1, mengatakan bahwa tes di Sepang adalah kesempatan untuk membuktikan hasil kerja tim selama persiapan.

    Baca: Di Jakarta, Rossi dan Vinales Bicara Persaingan dan Pertemanan

    "Tes yang akan datang di Sepang sangatlah penting, karena ini adalah kesempatan pertama bagi tim untuk bersama-sama mencoba segala hal yang telah dikerjakan oleh Yamaha sepanjang musim dingin," kata Rossi.

    Rossi yang genap berusia 40 tahun pada 16 Februari 2019, mengatakan Tim Yamaha telah bekerja maksimal agar bisa meningkatkan performa kendaraan pada musim ini.

    "Kinerja kami meningkat menjelang akhir musim lalu, tetapi kami masih perlu membuat beberapa langkah besar lagi, jadi kami harus mulai bekerja keras," kata Rossi yang merupakan penggemar klub sepak bola Italia, Inter Milan.

    Baca: Kata Valentino Rossi di Jakarta: Kami Akan Kembali ke Puncak

    Rossi yang mengaku tetap berlatih di sela-sela waktu istirahat musim dinginnya, mengatakan sudah tidak sabar memulai musim balapan MotoGP 2019.

    "Saya telah meluangkan sedikit waktu untuk bersantai dan berlatih dalam beberapa bulan terakhir ini, tetapi seperti para penggemar, saya sudah tidak sabar untuk memulai musim baru," katanya.

    Rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales, juga mengatakan bahwa balapan uji coba di Sepang merupakan kesempatan pertama untuk melihat hasil kerja tim.

    "Kesempatan pertama untuk melihat sejauh mana kita melangkah adalah saat tes di Sepang. Saya menantikannya, karena saya memiliki harapan tinggi untuk tahun ini," kata Vinales.

    Sama seperti Rossi, Vinales memanfaatkan libur musim dingin untuk tetap berlatih demi menyongsong musim balap 2019.

    "Musim dingin adalah kesempatan yang baik untuk mempersiapkan musim 2019. Saya punya waktu untuk bersantai dan relaksasi, tetapi bagian terbaiknya adalah tetap melaksanakan latihan, jadi saya telah siap untuk kembali mengendarai M1," kata Vinales.

    "Tahun lalu kami mengakhiri musim dengan cara yang sangat baik, jadi penting untuk menjaga momentum tersebut dan bersiap menghadapi balapan pertama di Qatar pada bulan Maret nanti," ujar dia.

    Setelah balapan pramusim MotoGP di Sepang pada 6-8 Februari, tes pramusim akan digelar di Qatar pada 23-25 Februari, sebelum balapan perdana musim 2019 di Sirkuit Losail Qatar pada 10 Maret.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.