MotoGP: Di Bandung, Marc Marquez Belajar Main Angklung

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan pebalap dunia Moto GP dari Repsol Honda Team, Marc Marquez, di Gedung Sate Bandung, Sabtu, 9 Februari 2019. (dok Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan pebalap dunia Moto GP dari Repsol Honda Team, Marc Marquez, di Gedung Sate Bandung, Sabtu, 9 Februari 2019. (dok Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap MotoGP Marc Marquez ikut bermain angklung dalam kunjungannya ke Saung Angklung Udjo, Bandung, Minggu.

    Marquez dikenalkan pada alat musik tradisional yang terbuat dari bambu itu. Bersama pengunjung lain, Marquez ikut belajar nada yang ada pada angklung.

    Baca: Ridwan Kamil Beri Kenang-kenangan Kujang buat Marc Marquez

    Setelah belajar sebentar, akhirnya Marquez ikut memain empat lagu yakni Can t Help Falling in Love , Bengawan Solo , Sukiyaki dan Besame Mucho .

    Setelah bermain angklung, Marquez diajak bernyanyi dan berjoget bersama home band Saung Angklung Udjo lewat lagu "Despacito". Tanpa malu, Marquez maju ke depan dan menari di hadapan penonton.

    Dalam kunjungan peraih lima gelar juara dunia MotoGP tersebut, para murid dari Saung Angklung Udjo menyajikan berbagai pertunjukan seperti tarian dan lagu khas dari berbagai daerah Indonesia.

    Marquez pun terlihat sangat senang menyaksikan berbagai suguhan di Saung Angklung Udjo.

    Ini acara terbaik yang saya datangi, kata pembalap asal Spanyol itu setelah pertunjukan berakhir.

    Tak lupa Marc Marquez berfoto bersama dengan anak-anak binaan Saung Angklung Udjo dan mendapat kenang-kenangan.

    Lihat foto: Keseruan Marc Marquez di Bandung, dari Joged ke Main Angklung


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.