Purnomo Berpulang, Begini Kegigihannya di Hari-hari Terakhir

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Purnomo Muhammad Yudhi. Dok. TEMPO/ Dinul Mubarok

    Purnomo Muhammad Yudhi. Dok. TEMPO/ Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Gian Asiara, putra sulung mendiang pelari cepat legendaris Purnomo Muhammad Yudhi mengenang kegigihan mental sang ayah yang akhirnya berpulang pada Kamis.

    Purnomo meninggal pada pukul 9.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, Tangerang Selatan, setelah sejak 2015 silam bergulat dengan kelenjar getah bening yang diidapnya.

    Sepekan terakhir Purnomo dirawat di RSPI Bintaro, setelah sejak awal tahun kondisi kesehatannya mulai menurun kembali kendati sudah lima kali menjalani kemoterapi termasuk sekali di Singapura.

    Baca: Purnomo Berpulang, Sebulan Lalu Bilang Ingin Jadi Menpora

    Gian menuturkan sejak Kamis kemarin sang ayah sudah dua kali dirujuk ke ruang perawatan intensif, namun akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 9.45 WIB.

    "Kata dokter, kemauan almarhum untuk hidup terlalu besar," kata Gian saat ditemui di rumah duka Purnomo di komplek Discovery Lumina, bilangan Bintaro Sektor VII, Tangerang Selatan. 
    "Jadi detakannya melawan terus, tapi badannya sudah tidak kuat."

    Kegigihan yang sama juga sempat diperlihatkan Purnomo yang memaksakan diri turut hadir menyaksikan putra sulungnya melakukan prosesi lamaran sekira tiga pekan silam, kendati harus dibantu dengan sokongan penghilang rasa sakit.

    Gian juga mengingat Purnomo sebagai sosok yang selalu memotivasi siapapun lawan bicaranya.

    "Hidupnya selalu memotivasi. Dalam kesempatan apapun," kata Gian. "Saya, ketiga adik saya, teman-teman kami selalu kebagian motivasi dari Papah," ujarnya menambahkan.

    Purnomo wafat meninggalkan seorang istri Endang Irmastiwi beserta empat putra yakni Gian Asiara, Praditya Ramadhan, Juan Prima Bara dan Hanggara Adiputra.

    Mendiang melejit namanya ketika berhasil menjejaki putaran semifinal Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.